Advertorial

Gaungkan Olahraga Air, Jakarta Water Sport 2025 Jadi Panggung Bakat Muda dan Budaya Lokal

Kompas.com - 04/08/2025, 18:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta bersama Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) DKI Jakarta menutup rangkaian Jakarta Water Sport 2025 di Pantai Lagoon Ancol, Jakarta Utara, Minggu (3/8/2025).

Pada hari terakhir, pagelaran yang diadakan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta itu menampilkan laga final untuk beberapa kategori, yakni kayak, stand up paddle (SUP) , dragon boat, serta jetski.

Sebelum memasuki babak final, 300 peserta di bawah naungan PODSI DKI Jakarta serta 70 peserta dari kategori jetski berkompetisi di babak penyisihan pada Sabtu (2/8/2025).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta Andri Yansyah mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan Jakarta Water Sport 2025.

Kadispora DKI Jakarta Andri Yansyah saat menutup Jakarta Water Sport 2025. Dok. KOMPAS.com/YOGARTA AWAWA PRABANING ARKA Kadispora DKI Jakarta Andri Yansyah saat menutup Jakarta Water Sport 2025.

Selain menyediakan ruang kompetisi, ajang ini juga menjadi wadah pengembangan bakat dan pembibitan atlet muda dari DKI Jakarta untuk Indonesia.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi kemajuan Jakarta dan Indonesia. Tujuannya, untuk melahirkan atlet berprestasi, baik di tingkat wilayah, nasional, maupun internasional,” kata Andri di Pantai Lagoon Ancol, Minggu.

Andri berharap, Jakarta Water Sport 2025 mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan olahraga air di Ibu Kota sekaligus mencetak atlet berprestasi.

“Dengan mengucap syukur alhamdulillah, Jakarta Water Sport 2025 secara resmi saya nyatakan ditutup,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PODSI DKI Jakarta Wibowo Suseno Wirjawan mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam Jakarta Water Sport 2025, mulai dari peserta, sponsor, panitia, hingga jajaran pemerintah daerah yang memberikan dukungan penuh.

“PODSI DKI Jakarta mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan sponsor yang telah mendukung kegiatan ini, terutama Ancol sebagai tuan rumah serta Disparekraf DKI Jakarta dan Dispora DKI Jakarta atas kolaborasinya,” ujar Ketua Umum PODSI DKI Jakarta.

Ketua Umum PODSI DKI Jakarta menilai, Jakarta Water Sport 2025 menjadi momentum penting bagi dunia olahraga air di Jakarta untuk terus menggeliat dan mencetak atlet berprestasi di masa depan.

Tak lupa, ia mengingatkan para peserta dan pengunjung untuk tetap menjaga kesehatan selama mengikuti rangkaian acara.

Ketua Umum PODSI DKI Jakarta Wibowo Suseno Wirjawan. Dok. KOMPAS.com/YOGARTA AWAWA PRABANING ARKA Ketua Umum PODSI DKI Jakarta Wibowo Suseno Wirjawan.

“Semoga kita bisa menikmati berbagai atraksi yang berlangsung hari ini. Namun, tetap jaga kesehatan dan (tetap) hati-hati (dalam melakukan olah raga air),” ujarnya.

Diapresiasi atlet

Juara tiga lomba jetski kategori Endurance Runabout Open, Kanina Ramadina, mengapresiasi ajang Jakarta Water Sport 2025.

Meski baru pertama kali mengikuti kompetisi tersebut, Kanina mengaku puas dengan penyelenggaraan lomba yang menurutnya terkoordinasi dengan baik. Ia merasa senang bisa tampil dan bersaing dalam ajang yang kompetitif dan profesional.

Kanina mengaku, perjuangannya menuju podium tidak selalu mulus. Di tengah perlombaan, ia sempat mengalami kendala teknis pada jet ski-nya. Beruntung, ia berhasil kembali ke lintasan dan menyelesaikan balapan.

“Jet ski-ku sempat mengalami masalah saat lomba. Tapi, syukurnya bisa kembali ke lintasan dan mengejar ketertinggalan. Rasanya lega banget bisa tetap finis dan naik podium,” ungkap Kanina.

Selain gangguan teknis, kata Kanina, tantangan terbesar datang dari kondisi perairan Ancol yang kerap diterpa ombak besar. Menurutnya, hal ini menjadi ujian tersendiri karena atlet jet ski dituntut untuk membaca arah ombak dan menyesuaikan strategi balap dengan cepat.

“Jet ski itu tidak hanya soal kecepatan, tapi juga bagaimana membaca kondisi ombak. Ombak dari kanan, kiri, atau depan harus cepat diantisipasi,” katanya.

Kanina berharap ke depannya (ada) lebih banyak lagi kompetisi jet ski (yang) digelar di Indonesia. Keberadaan lomba lokal sangat penting untuk mempersiapkan atlet nasional menuju ajang internasional.

Menurutnya, kompetisi jet ski di Indonesia masih sangat sedikit. Mungkin hanya tiga sampai lima kali lomba jet ski dalam setahun. Padahal, ajang ini penting untuk mencetak dan mematangkan atlet sebelum turun di level dunia.

“Semoga ke depan makin banyak kompetisi seperti ini digelar,” tutur Kanina.

Hal senada juga diungkapkan juara 1 kategori Men SUP, Gigin Praginanto. Dalam Jakarta Water Sport 2025, Gigin tampil gemilang di tengah tantangan cuaca dan kondisi ombak laut Ancol yang berbeda dari tempat ia biasa berlatih.

Gigin menuturkan, salah satu perbedaan signifikan antara lokasi latihan dan lokasi pertandingan terletak pada kondisi perairan. Jika di Cathy Water Sport Bandung ia biasa mendayung di danau yang tenang, maka di Ancol, ia harus berhadapan dengan ombak dan angin laut yang lebih liar.

Juara 1 kategori Men SUP, Gigin Praginanto (paling kiri). Dok. KOMPAS.com/YOGARTA AWAWA PRABANING ARKA Juara 1 kategori Men SUP, Gigin Praginanto (paling kiri).

“Saat bertanding di Ancol, saya harus belajar cepat menyesuaikan diri dengan ombak dan angin. Itu cukup menguras tenaga, apalagi harus menjaga keseimbangan terus-menerus,” ujarnya.

Ia berharap, kompetisi paddle board dapat digelar secara rutin di Indonesia. Selain mengasah kemampuan atlet, kejuaraan ini juga dapat memperkenalkan olahraga air kepada masyarakat luas.

“Saya ingin terus ikut lomba dan kasih yang terbaik. Semoga makin banyak kompetisi seperti ini agar olahraga dayung bisa lebih dikenal dan berkembang,” tutur Gigin.

Hadirkan bazaar UMKM

Selain menyaksikan kompetisi olahraga air, pengunjung Jakarta Water Sport 2025 juga dapat menikmati bazar 18 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Selain itu, terdapat juga booth asosiasi olahraga air, seperti PODSI dan komunitas Jetski Indonesia yang memperkaya pengalaman wisata sekaligus memperluas wawasan olahraga.

Jakarta Water Sport 2025 turut menampilkan pertunjukan Palang Pintu. Dok. KOMPAS.com/YOGARTA AWAWA PRABANING ARKA Jakarta Water Sport 2025 turut menampilkan pertunjukan Palang Pintu.

Tak hanya itu, Jakarta Water Sport 2025 turut menampilkan kekayaan budaya DKI Jakarta, khususnya Betawi, lewat pertunjukan Palang Pintu, tarian tradisional Betawi, dan penampilan musik dari musisi papan atas Tanah Air.

Selain itu, pengunjung juga bisa mencoba free-trial “Eh..Dayung Nyoookk!”. Melalui acara ini, pengunjung bisa mencoba olahraga air paddle langsung di Pantai Lagoon Ancol.

Jakarta Water Sport tahun 2025 juga menghadirkan atraksi jet ski dari Aero Sutan Aswar dan Aqsa Sutan Aswar. Sebagai informasi, Aero dan Aqsa merupakan atlet jet ski yang telah mengharumkan nama Indonesia di berbagai kejuaraan internasional, seperti kejuaraan jet ski dunia, World Finals.

Berikut daftar pemenang Jakarta Water Sport 2025

Sebagai informasi, penyerahan hadiah Jakarta Water Sport tahun 2025 diberikan langsung oleh Ketua Umum PODSI DKI Jakarta Wibowo Suseno Wirjawan, Ketua Umum Indonesia Jetsport Boating Association (IJBA) dan Ketua Umum Jetski Asia (IJSBA Asia) Saiful Sutan Aswar, serta Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Helma Dahlia. Berikut daftar pemenang Jakarta Water Sport 2025.

Women Kayak

  1. Aini (SMPN 261)
  2. Zarifah (SMPN 5)
  3. Zefanya (SMPN 266)

Men Kayak

  1. M Farhan (SMPN 266)
  2. Fahmi (SMPN 261)
  3. Adit (SMPN 282)

Man Dragon Boat

  1. Paddle Kids
  2. KDB Community
  3. SMAN 114

Women SUP

  1. Aisyah Alzuba (Cathy Water Sport)
  2. Wanti Nouvlesya (Cathy Water Sport)
  3. Erinda (KDB Community)

Men SUP

  1. Gigin Praginanto (Cathy Water Sport)
  2. M Sudais Suraiem (Wakeboss)
  3. Wahyudi Syahputra (Lampung 1)

Mix Dragon Boat

  1. Pelajar Jakarta
  2. Paddle Kids
  3. KDB Community

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau