Advertorial

Pemprov Lampung Dorong Investasi di Bidang Pertanian lewat Kerja Sama Internasional

Kompas.com - 05/08/2025, 11:47 WIB

KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperluas jaringan kerja sama internasionalnya.

Terkini, Pemprov Lampung menjalin kolaborasi dengan Qingdao Dagu Grain Co Ltd dari China untuk meningkatkan iklim investasi dan memperkuat kapasitas produksi di sektor pertanian.

Sebagai bagian dari langkah tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal atau akrab disapa Mirza menerima secara langsung kunjungan tim dari Qingdao Dagu Grain Co Ltd, Senin (4/7/2025).

Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam merealisasikan potensi kerja sama yang telah disepakati.

Delegasi yang hadir terdiri atas Chairman of Qingdao Dagu Grain Co Ltd Yang Wenzheng serta Associate Professor and Master's Supervisor of Qingdao Agricultural University Wang Ming.

Kemudian, ada Secretary-General of the World Tourism and Culture Chamber of Commerce of Hospitality Shandong Li Zheng serta General Manager of Qingdao Dagu Grain Co, Ltd Sheng Zhiqiang.

Gubernur Mirza pun mengapresiasi Qingdao Dagu Grain Co Ltd karena serius dalam menjajaki peluang kerja sama dengan Pemprov Lampung.

"Saya atas nama Pemprov Lampung mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas keseriusan bapak/ibu untuk mengunjungi Lampung. Kami sangat yakin, dengan kerja sama ini, pertanian Lampung akan meningkat," ucap Mirza dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (5/8/2025).

Gubernur Mirza ingin Lampung menjadi produsen jagung terbesar di Indonesia. Dok. Pemprov Lampung Gubernur Mirza ingin Lampung menjadi produsen jagung terbesar di Indonesia.

Mirza berharap, Provinsi Lampung yang saat ini berperan sebagai produsen jagung ketiga terbesar nasional dapat menjadi yang pertama dan terbesar di Indonesia lewat kerja sama yang dijalin dengan Qingdao Dagu Grain Co Ltd.

Mirza juga menyampaikan bahwa Provinsi Lampung layak dipilih oleh Qingdao Dagu Grain Co Ltd sebagai tempat investasi karena posisinya strategis.

Terlebih, Lampung saat ini menjadi salah satu wilayah dengan potensi pertumbuhan ekonomi terbesar di Sumatera.

"Saya berharap, produktivitas bisa semakin ditingkatkan. Jadi, dengan kerja sama ini, kami harapkan bisa tumbuh bersama-sama," terang Mirza.

Pada kesempatan itu, Yang menjelaskan bahwa dirinya bersama tim spesialis Qingdao Dagu Grain Co Ltd sudah berdiskusi dan sudah melakukan kunjungan lapangan ke lokasi pertanian jagung di Lampung Selatan.

Yang optimistis, kerja sama bidang pertanian dengan Pemprov Lampung dapat meningkatkan dan memajukan pertanian jagung di wilayah itu.

"Saya sudah melihat lokasi tanaman jagung. Saya yakin bisa meningkatkan jumlah produksi sampai 2 ton per hektare," kata Yang.

Dari hasil survei timnya, imbuhnya, pihaknya dapat meningkatkan produksi jagung sebesar 30 sampai 40 persen dengan memanfaatkan bibit unggul dan pupuk yang berkualitas serta peralatan otomatis yang modern.

Meski begitu, Yang mengakui hal tersebut juga membutuhkan dukungan dari Pemprov Lampung agar perusahaannya dapat meningkatkan produksi hasil pertanian jagung di Lampung.

Menanggapi hal itu, Mirza siap memberikan dukungan yang dibutuhkan untuk meningkatkan produksi jagung di Lampung. 

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau