KOMPAS.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI meresmikan BRI Taipei Branch di Taiwan melalui perayaan bertajuk “BRI Taipei Teman Seperjuangan PMI” di New Taipei City Hall Plaza, Taipei, Taiwan, Sabtu (9/8/2025).
Pembukaan kantor cabang itu diharapkan memperkuat peran BRI sebagai mitra finansial bagi lebih dari 360.000 pekerja migran indonesia (PMI) di Taiwan dengan menyediakan layanan perbankan yang komprehensif.
Acara itu dihadiri Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Direktur Treasury and International Banking BRI Farida Thamrin, Wakil Wali Kota New Taipei City, Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, serta Menteri Tenaga Kerja Taiwan.
Suasana semakin semarak dengan kehadiran sekitar 5.000 PMI yang turut menikmati penampilan GIGI Band dan penampilan spesial dari komunitas PMI.
Hery mengatakan bahwa kehadiran cabang BRI di Taipei menjadi wujud nyata komitmen perseroan untuk melayani kebutuhan finansial PMI.
“PMI secara rutin membutuhkan layanan remitansi untuk mengirimkan penghasilannya kepada keluarga serta produk simpanan dan investasi untuk menjamin masa depan mereka,” jelas Hery dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu.
Layanan menyeluruh untuk PMI
Sebagai bagian dari dukungan terhadap PMI, BRI juga membangun ekosistem layanan keuangan yang menyeluruh, dimulai sejak tahap pra-keberangkatan.
Calon PMI dapat mengakses fasilitas simpanan dan pembiayaan BRI untuk mendukung persiapan keberangkatan, mulai dari pelatihan hingga kebutuhan administratif.
Selama masa penempatan di luar negeri, PMI juga dapat tetap terhubung dengan layanan perbankan BRI melalui berbagai fitur unggulan, mulai dari superapp BRImo, BritAma Valas, hingga Debit Multicurrency, yang mendukung transaksi dalam berbagai mata uang.
Kemudian, layanan BRIfast Remittance yang memungkinkan pengiriman dana ke Indonesia secara cepat dan aman. Selain itu, layanan Digital Saving turut memudahkan pengelolaan tabungan secara praktis selama berada di luar negeri.
Sementara itu, program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dapat membantu PMI merencanakan masa depan yang lebih aman melalui tabungan pensiun.
Nilai tambah cabang Taipei
Keberadaan BRI Taipei Branch melengkapi ekosistem layanan yang ada dengan menawarkan fasilitas tambahan, seperti kartu ATM BRI Taipei (BRITW). Dengan kartu ini, nasabah bisa transaksi tarik dan setor tunai di seluruh jaringan ATM di Taiwan.
Kemudian, hadir pula layanan remitansi dalam mata uang New Taiwan Dollar (NTD) ke Rupiah (IDR) hingga lisensi foreign exchange (FX) dari otoritas setempat yang memungkinkan transaksi valuta asing dilakukan dengan mudah.
Untuk keluarga PMI di Indonesia, BRI menyediakan kemudahan pengelolaan keuangan melalui jaringan AgenBRILink serta superapp BRImo. Produk tabungan, seperti BritAma dan Simpedes, turut memudahkan penerimaan dan pengelolaan kiriman dana dari luar negeri, baik untuk kebutuhan harian maupun perencanaan keuangan.
Manfaat layanan itu telah dirasakan oleh salah satu nasabah BRI Taipei Branch, Novitasari. Ia telah bekerja sebagai caregiver di Taiwan selama lebih dari empat tahun.
“Sejak ada BRI di Taipei, kirim uang ke keluarga jadi lebih mudah dan cepat. Saya juga merasa lebih tenang karena bisa menabung langsung di rekening BRI sambil menyiapkan masa depan setelah kembali ke Indonesia,” ujar Novitasari.
Hal senada juga disampaikan PMI asal Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Firmansyah. Menurut pria yang telah bekerja di sektor pabrik di Jiantan, Kota Taipei, selama tiga tahun itu, kehadiran BRI di Taipei memudahkannya dalam bertransaksi.
“Kirim uang ke keluarga di desa jadi lebih cepat, apalagi mereka bisa menerima melalui AgenBRILink dekat rumah. Di sisi lain, saya juga dapat melakukan tarik ataupun setor tunai dengan mudah menggunakan kartu ATM BRI Taipei,” ucap Firmansyah.
Berdasarkan data KDEI, terdapat sekitar 360.000 PMI yang bekerja di Taiwan dengan mayoritas memanfaatkan layanan remitansi untuk mengirimkan penghasilan ke Tanah Air.
Kebiasaan mereka turut mendorong kinerja bisnis remitansi BRI yang mencatat pertumbuhan positif sebesar 53,91 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) per Juni 2025.