Advertorial

Kementerian Kebudayaan Apresiasi Kiprah Jember Fashion Carnaval sebagai Fenomena Budaya Dunia

Kompas.com - 12/08/2025, 06:46 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan (PPPK) Kementerian Kebudayaan mengapresiasi kiprah Jember Fashion Carnaval (JFC).

Acara tersebut dinilai konsisten melahirkan karya kreatif berkualitas yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal PPPK Ahmad Mahendra pada Minggu (10/8/2025). Menurutnya, JFC telah berkembang pesat dari ajang lokal menjadi fenomena budaya berskala dunia yang mampu memadukan kekayaan budaya masa lalu dengan inovasi masa kini.

“Keberhasilan tersebut merupakan buah kerja keras para inisiator, tim penyelenggara, dan dukungan penuh pemerintah daerah," kata Mahendra dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (11/8/2025).

Ia juga menyampaikan penghormatan khusus kepada Pendiri JFC, (alm) Dynand Fariz, yang telah membangun fondasi kuat JFC.

“Karyanya penuh inovasi dan berhasil membuat dunia internasional terkagum,” tuturnya.

Sebagai informasi, JFC 2025 mengusung tema “Evoluxion” yang merupakan gabungan dari “Evolution”, “Luxury”, dan “Innovation”, dengan tagline “Dreamy, Evolve, Triumph”.

Mahendra menilai, tema tersebut sangat tepat karena menekankan pentingnya keberanian menghadapi perubahan zaman, berinovasi, beradaptasi, dan mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan serta kelestarian bumi.

Sebagai suguhan utama, JFC 2025 menampilkan sepuluh parade (defile) memukau, yakni Anatomi, Allograph, Nile Enigma, Great Wall of China, Botanica, Nias, Origami, Phinisi, Aerospace, dan Symphoni.

Masing-masing defile menghadirkan perpaduan antara konsep artistik, kekayaan narasi, dan nilai budaya yang dikemas dalam karya kostum berskala dunia.

Bagi PPPK, kata Mahendra, JFC merupakan salah satu contoh keberhasilan kolaborasi antara masyarakat, pelaku seni, dan pemerintah daerah dalam menciptakan ruang kreatif yang inklusif.

Inisiatif tersebut dinilai mampu memperkuat ekosistem seni budaya yang menjadi mandat utama Ditjen PPPK untuk mengembangkan seluruh rantai pemajuan kebudayaan.

Ia berharap, kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan dan JFC terus terjalin. Ke depan, JFC bisa menjadi panggung bagi talenta terbaik Indonesia lintas bidang, mulai dari kriya, desain, fesyen, seni pertunjukan, hingga musik.

“Ajang ini juga dapat menjadi pasar yang mempertemukan karya anak bangsa dengan pembeli, produser, dan agensi internasional,” kata Mahendra.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau