Advertorial

BRI Peduli Gaungkan Semangat Kemerdekaan lewat Program Literasi Anak Negeri di Lombok

Kompas.com - 14/08/2025, 21:08 WIB

KOMPAS.com – Dalam rangka mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas), BRI Peduli melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Komitmen tersebut diwujudkan lewat inisiatif Program Literasi Anak Negeri, yang kali ini dilaksanakan di SD Negeri (SDN) 1 Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Program Literasi Anak Negeri di SDN 1 Malaka berlangsung dalam berbagai bentuk kegiatan, di antaranya pelatihan bagi guru serta kelas tambahan interaktif bagi siswa, yang didukung tenaga pengajar dan modul khusus guna meningkatkan keterampilan membaca.

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menjelaskan bahwa program tersebut memiliki sejumlah tujuan penting.

“BRI Peduli Literasi Anak Negeri dirancang untuk meningkatkan kemampuan membaca dan memahami bacaan, mendorong kemandirian belajar, memperkuat rasa percaya diri serta rasa ingin tahu siswa, sekaligus membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan,” kata Hendy dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (14/8/2025)

Tantangan literasi di NTB

Program tersebut sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022 yang menyebut bahwa sebanyak 7,6 juta penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas masih buta huruf.

Khusus di NTB, tingkat literasi masih rendah. Provinsi ini menempati urutan ketiga terendah secara nasional, dengan 1 dari 9 penduduk mengalami buta huruf. K

Kondisi tersebut juga tecermin di tingkat sekolah dasar, yang mana banyak siswa masih tertinggal dalam kemampuan membaca dasar.

Ketidakmampuan membaca sejak dini berdampak pada pemahaman pelajaran lain, memperburuk ketertinggalan akademik, serta menurunkan kepercayaan diri siswa.

“Dengan metode pengajaran berbasis sains yang disesuaikan dengan konteks lokal, program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan siswa, tetapi juga memperkuat kapasitas guru agar intervensi bisa berdampak jangka panjang,” tambah Hendy.

Perbaikan fasilitas sekolah

Selain kegiatan pembelajaran, BRI Peduli juga melakukan perbaikan infrastruktur sekolah, termasuk renovasi perpustakaan dan penambahan koleksi buku berbasis ilmu pengetahuan untuk menumbuhkan minat baca siswa.

Untuk membuat suasana belajar lebih menyenangkan, program tersebut menghadirkan permainan kreatif berbasis tantangan literasi yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa dan dapat diakses seluruh murid.

“Semoga kesempatan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh siswa dan guru. Harapan kami, program ini menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain, sehingga lebih banyak anak Indonesia bisa mendapatkan akses pendidikan berkualitas,” tutur Hendy.

Kepala SDN 1 Malaka, Laili Muniroh, menilai bahwa program tersebut sangat efektif bagi para siswa.

Ia menuturkan, sekolahnya memiliki keterbatasan akses buku, bahan bacaan, serta fasilitas pendidikan sehingga kemampuan literasi anak cenderung lebih rendah dibandingkan di daerah perkotaan.

“Program ini menjadi jembatan menghadirkan sumber bacaan yang layak, agar anak-anak tidak tertinggal dalam keterampilan membaca, menulis, dan memahami informasi. Program ini bukan hanya soal membaca, melainkan juga memahami, mengolah, dan mengkritisi informasi. Anak-anak jadi terbiasa berpikir analitis dan kreatif, modal penting untuk melanjutkan pendidikan dan menghadapi tantangan masa depan,” jelasnya.

Laili berharap, keberadaan program tersebut dapat memperluas wawasan siswa, menumbuhkan kepercayaan diri, dan membuat anak-anak di daerah tertinggal lebih siap bersaing dengan siswa dari daerah lain secara setara.

“Kami sangat berterima kasih BRI Peduli sudah hadir membantu sekolah kami,” tandasnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau