Kabar imipas

Salurkan 5.000 Paket Sembako, Menteri Imipas: Kami Ada untuk Melayani Masyarakat

Kompas.com - 14/08/2025, 22:19 WIB

KOMPAS.com - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menyalurkan 5.000 paket sembako untuk masyarakat yang tinggal di sekitar Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan pada Kamis (14/8/2025).

Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus bentuk nyata kepedulian sosial Kemenimipas terhadap masyarakat.

Kegiatan tersebut juga merupakan salah satu dari 13 Program Akselerasi Menteri Imipas guna mendukung Asta Cita Presiden Prabowo. Sebelumnya, kegiatan serupa telah berlangsung di Kabupaten Karawang dan Bekasi.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyebut, kegiatan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk hadir langsung di tengah warga sekaligus berbagi kepada masyarakat di sejumlah kabupaten.

Bakti sosial ini kecil bila dibandingkan dengan program-program besar yang dicanangkan Presiden Prabowo. Sebagai menteri, kami harus ikut membantu menyukseskan program kerakyatan Presiden,” ujar Menteri Agus dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (14/8/2025).

Presiden telah menetapkan Asta Cita sebagai program nasional. Selanjutnya, para menteri menerjemahkan arahan tersebut menjadi kebijakan konkret di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agus juga meninjau pelaksanaan program prioritas nasional, seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, serta pembangunan 3 juta rumah. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kebijakan yang dicanangkan Presiden sampai ke masyarakat.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto. DOK. Kemenimipas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto.

“Program Makan Bergizi Gratis Bapak Presiden kalau tidak salah sudah lebih dari 15 juta penerima manfaat. Pemerintah daerah bisa mengajak teman-teman di Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk berkolaborasi. Bahkan, lahan milik swasta yang potensial juga bisa dimanfaatkan,” tuturnya.

Menurutnya, sinergi antara presiden dan para menteri bukan hanya soal hubungan struktural, melainkan kemitraan strategis dengan visi yang sama. Kolaborasi ini tak sekadar pembagian tugas, tetapi kerja sama yang saling memperkuat.

Dengan langkah seiring antara pemerintah pusat dan daerah, program bisa tepat sasaran, pelayanan publik lebih baik, dan pembangunan berjalan merata.

Menurutnya, kemajuan Indonesia tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja, tetapi dari hasil gerak bersama seluruh elemen pemerintahan.

“Saya selalu mengingatkan diri sendiri bahwa kementerian harus hadir untuk melayani masyarakat. Kami ada untuk memberi solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Hal ini hanya bisa tercapai bila kami mau berkolaborasi, bekerja sama, dan bergandengan tangan,” pungkas Menteri Agus.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau