Advertorial

Pemprov Lampung Dorong Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Generasi Muda

Kompas.com - 15/08/2025, 15:19 WIB

KOMPAS.com - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau langsung hari pertama pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Menengah Atas 32 Lampung Selatan, Kamis (14/8/2025).

Pada kesempatan itu, ia mengunjungi asrama siswa di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Lampung.

Sekolah tersebut dibuka untuk tiga rombongan belajar (rombel) yang masing-masing terdiri dari 25 siswa. Mereka berasal dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Rahmat Mirza memberikan motivasi kepada para siswa agar tekun menimba ilmu sekaligus menjaga kedisiplinan selama menempuh pendidikan. Ia juga mengapresiasi para guru yang akan membimbing siswa tersebut.

"Semoga cita-cita Sekolah Rakyat dapat menjadi kenyataan bagi adik adik sekalian," ujar Mirza dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (15/8/2025).

Selain memberi semangat, Mirza juga meninjau sejumlah fasilitas penunjang, mulai dari ruang kelas, asrama, kamar mandi, hingga sarana pendukung lainnya. Peninjauan juga mencakup pemeriksaan kesehatan siswa, interaksi langsung dengan peserta didik, serta dialog dengan orangtua siswa.

Dalam kesempatan tersebut, Mirza berdialog dengan beberapa orangtua siswa. Salah satu wali murid, Effendi, mengungkapkan rasa syukur atas keberadaan Sekolah Rakyat.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. DOK. Pemprov Lampung Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

“Terima kasih Gubernur Mirza. Berkat sekolah ini, ekonomi kami sangat terbantu. Mudah-mudahan cita-cita anak kami bisa tercapai,” ucap warga Jati Agung itu.

Kehadiran Program Sekolah Rakyat diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang berkarakter, siap berkontribusi dalam kemajuan daerah, serta memberikan harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih cita-cita dan memperbaiki standar hidup mereka. 

Dengan demikian, mereka berkesempatan untuk mengubah kondisi perekonomian keluarganya.

Melalui Program Sekolah Rakyat, Pemerintah Provinsi Lampung berharap dapat membentuk generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan siap memberikan kontribusi bagi kemajuan wilayahnya.

Sekolah tersebut diharapkan dapat menjadi pintu untuk memperbaiki taraf hidup para siswa serta mengangkat kondisi ekonomi keluarga di masa depan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau