KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengajak civitas academica untuk berpartisipasi dalam menangani masalah sampah. Inovasi dari kampus dinilai bisa menjadi solusi permasalahan persampahan di Jabar.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menantang kampus untuk memberikan inovasi dalam bidang pengelolaan sampah, salah satunya kepada Institut Teknologi Bandung (ITB).
Dalam acara Indonesia Green Connect 2025 di Aula Timur Kampus ITB, Kamis (7/8/2025), Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM meminta ITB mengolah sampah menjadi energi terbarukan.
“Saya tantang ITB bikin sistem pengelolaan energi dari sampah di kelurahan sekitar kampus. Biayanya akan kami tanggung,” ucapnya dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (17/8/2025).
KDM mencontohkan, daerah tempat tinggalnya telah berhasil mengolah sampah. Kotoran hewan diolah menjadi biogas sehingga warga tidak lagi bergantung pada liquefied petroleum gas (LPG).
Selain ITB, ajakan serupa juga disampaikan kepada perguruan tinggi swasta.
Sekda Jabar Herman Suryatman menuturkan, sinergi dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan pembangunan, termasuk dalam mengatasi masalah sampah.
Oleh karena itu, perguruan tinggi swasta diharapkan berperan aktif, salah satunya melalui program kuliah kerja nyata (KKN). Mahasiswa yang melaksanakan KKN di suatu wilayah dapat membantu masyarakat setempat mengolah sampah.
“Dalam perspektif budaya Sunda, kita hanya akan maju apabila ada kolaborasi, sinergi antarkomponen,” ujar Herman dalam Musyawarah Nasional Ke-VII Pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) di Kampus Unikom, Kota Bandung, Sabtu (2/8/2025).
Herman menambahkan, setiap hari volume sampah di Jabar mencapai 29.000 ton. Saat ini, Pemprov Jabar tengah mengupayakan pengelolaan sampah secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.