Advertorial

Nathanael Malvin, Sosok di Balik Kesuksesan Chicken Crush yang Mengguncang Pasar Kuliner

Kompas.com - 18/08/2025, 15:48 WIB

KOMPAS.com - Nathanael Malvin Sugito adalah contoh nyata anak muda yang berhasil mengubah ide sederhana menjadi bisnis kuliner berskala nasional.

Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Founder Chicken Crush itu sukses membangun brand ayam geprek asli Jogja menjadi lebih dikenal luas di berbagai daerah di Indonesia.

Perjalanan Chicken Crush dimulai pada 3 Maret 2017 di Yogyakarta. Saat itu, Nathanael sedang membuat tugas kuliah di Universitas Ciputra Surabaya.

Dengan visi memadukan makanan cepat saji internasional dan sambal khas Nusantara, ia mencoba untuk menghadirkan menu ayam geprek dengan cita rasa unik. Tak butuh waktu lama, buah karyanya langsung mendapat tempat di hati pelanggan.

Selama lebih dari 8 tahun, Nathanael membuktikan konsistensinya dalam mengembangkan bisnis.

Ia juga sukses memimpin ekspansi dari sebelumnya satu gerai dan kini menjadi lebih dari 40 gerai aktif di 13 provinsi.

Setiap outlet mampu mencatat omzet harian mulai Rp 7 juta hingga Rp 30 juta, menjadikan Chicken Crush sebagai peluang bisnis kuliner yang menarik, terutama bagi para calon mitra.

Tidak hanya soal skala, Nathanael menekankan inovasi cita rasa Nusantara sebagai identitas utama.

Semua menunya, mulai dari ayam geprek, ayam utuh, burger, mentai, hingga frozen food, dibuat secara halal dan berstandar tinggi serta menggunakan bahan baku berkualitas pilihan.

Komitmen tersebut ia jalankan demi menjaga loyalitas pelanggan sekaligus membedakan Chicken Crush dari kompetitor.

Model kemitraan yang ditawarkan pun dirancang untuk balik modal cepat, yakni dengan sistem operasional yang terbukti efisien.

Momen pandemi Covid-19 yang sempat menghentikan laju banyak bisnis justru menjadi momen pembuktian bagi Nathanael.

Dengan strategi adaptif dan inovasi produk, Chicken Crush terbukti sudah pandemic-proven dan tetap berkembang di masa sulit.

Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Founder Chicken Crush Nathanael Malvin Sugito (kiri) saat membuka salah satu gerai Chicken Crush. Dok. Chicken Crush Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Founder Chicken Crush Nathanael Malvin Sugito (kiri) saat membuka salah satu gerai Chicken Crush.

Kesuksesan itu juga tidak lepas dari peran tim yang dibentuk oleh Nathanael. Ia membangun sumber daya manusia (SDM) yang kompeten untuk mengelola outlet dan inovasi produk demi memastikan setiap gerai mempertahankan kualitas rasa dan pelayanan.

“Chicken Crush bukan hanya bisnis kuliner. Ini adalah karya yang lahir dari semangat, inovasi, dan komitmen untuk membawa cita rasa asli Nusantara ke seluruh wilayah yang ada di Indonesia,” ujar Nathanael dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (15/8/2025).

Dengan rekam jejak yang solid, inovasi berkelanjutan, dan sistem kemitraan yang menguntungkan, Nathanael Malvin dan Chicken Crush menjadi bukti bahwa visi yang dijalankan dengan konsistensi dapat melahirkan merek kuliner nasional yang kuat serta tepercaya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau