Advertorial

HUT ke-80 RI di Samarinda, Gubernur Rudy: Kaltim Jadi Etalase Indonesia Menuju IKN

Kompas.com - 18/08/2025, 17:23 WIB

KOMPAS.com - Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di GOR Kadrie Oening, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Minggu (17/8/2025), menjadi momen reflektif sekaligus bersejarah bagi Provinsi Kaltim.

Gubernur Kaltim H Rudy Mas’ud (Harum) menegaskan, Kaltim kini berada di garis depan sejarah bangsa karena siap menyongsong kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat pemerintahan baru Republik Indonesia.

“Kami menargetkan Kaltim menjadi etalase Indonesia pada 2028 jika tidak ada aral melintang,” kata Rudy dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (18/8/2025).

Kehadiran IKN, kata Rudy, akan membawa gelombang besar perpindahan penduduk dari berbagai penjuru negeri ke Kaltim. Ini menuntut kesiapan masyarakat lokal untuk berkompetisi secara terbuka, baik di bidang pendidikan, lapangan kerja, maupun kualitas hidup.

“Kami akan hidup berdampingan dengan masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Karena itu, anak-anak wajib mengenyam pendidikan, memperoleh layanan kesehatan, infrastruktur strategis, serta perlindungan sosial yang layak,” tuturnya.

Meski optimistis, Rudy mengakui masih ada persoalan serius yang dihadapi Kaltim. Salah satunya, tingkat kemiskinan yang masih berada di 5,78 persen. Kemudian, pengangguran juga menjadi perhatian penting pemerintah daerah.

Gubernur Kaltim H Rudy Mas?ud (Harum). DOK. Pemprov Kaltim Gubernur Kaltim H Rudy Mas?ud (Harum).

“Ini tecermin dari masih banyak anak-anak kita yang tidak lulus sekolah menengah atas (SMA). Karena itu, program Pemprov Kaltim adalah memastikan pendidikan gratis bagi anak-anak hingga jenjang S3,” kata Rudy.

Rudy menilai, pendidikan merupakan kunci untuk memutus mata rantai kemiskinan. Menurutnya, lulusan SMA mungkin hanya bisa menghidupi dirinya sendiri. Sementara itu, lulusan S2 atau S3, kata dia, bisa menghidupi banyak orang di sekitarnya. Ini semangat yang sedang didorong Pemprov Kaltim.

Oleh karena itu, Pemprov Kaltim tidak hanya menerapkan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan lokal, tetapi juga mengantarkan Indonesia menuju cita-cita besar pada 2045 atau satu abad usia bangsa ini.

“Dengan hadirnya IKN, Kaltim tidak lagi sekadar daerah penopang. Kami merupakan etalase bangsa atau wajah pertama yang akan dilihat dunia. Karena itu, tidak ada pilihan selain menyiapkan generasi emas yang cerdas, sehat, dan berdaya saing,” tukasnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau