Advertorial

Rayakan HUT Ke-80 RI, KEK Tanjung Lesung Gelar Karnaval Merdeka

Kompas.com - 19/08/2025, 17:11 WIB

KOMPAS.com - Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Indonesia, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung menggelar kegiatan Karnaval Merdeka. Kegiatan ini diikuti oleh petani, nelayan, dan masyarakat dengan penuh kebanggaan.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat tak hanya memeriahkan karnaval, tetapi juga untuk mengingatkan banyak pihak akan pentingnya menghargai dan menjaga hasil alam sebagai bagian dari perjuangan meneruskan kemerdekaan.

Para petani hadir sambil membawa hasil bumi berupa padi, pisang, serta sayuran segar sebagai simbol kerja keras dalam memenuhi kebutuhan pangan bangsa.

Sementara, para nelayan tampil gagah dengan membawa hasil laut berupa ikan melalui arak-arakan sebagai wujud syukur atas kekayaan alam Nusantara yang mereka jaga dan olah setiap hari.

Masyarakat sendiri turut memeriahkan karnaval dengan penuh antusias dengan mengenakan baju adat yang indah dan sarat makna budaya.

Dengan langkah beriringan, mereka berjalan mengelilingi KEK Tanjung Lesung yang menyuguhkan nuansa tradisi yang berpadu harmonis dengan pesona alam.

Hamparan sawah hijau dan lautan biru nan luas pun turut menjadi latar yang menawan. Suasana ini semakin menambah kehangatan dan keindahan karnaval.

Sebelum karnaval, aktivitas diawali dengan kegiatan upacara bendera yang dipimpin oleh Direktur Utama PT Banten West Java Poernomo Siswoprasetio. Ia hadir dengan menggunakan busana adat daerah.

Upacara itu turut melibatkan siswa-siswi dari SMA Presiden 2 Tanjung Lesung (boarding school) sebagai petugas upacara, termasuk sebagai pengibar bendera merah putih.

Lewat karnaval, KEK Tanjung Lesung ingin menunjukkan kekayaan dan potensi wilayahnya. Dok. Istimewa Lewat karnaval, KEK Tanjung Lesung ingin menunjukkan kekayaan dan potensi wilayahnya.

Selain upacara, karnaval juga menghadirkan sorotan menarik melalui pertunjukan debus khas Banten.

Atraksi tersebut tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga sarat makna. Debus sendiri memiliki filosofi bahwa kekuatan sejati bersumber dari iman, keberanian, dan ketangguhan jiwa.

Oleh karena itu, bagi masyarakat Banten, debus bermakna lebih dari sekadar hiburan karena menjadi simbol spiritualitas, perlawanan, sekaligus identitas budaya yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi.

Karnaval Merdeka di Tanjung Lesung bukan hanya menjadi ajang perayaan, melainkan juga wujud kebersamaan masyarakat dalam merayakan kemerdekaan Indonesia.

Melalui pawai budaya, baju adat, hingga hasil bumi yang ditampilkan, KEK Tanjung Lesung ingin menunjukkan kekayaan dan potensi daerah sekaligus menumbuhkan rasa cinta Tanah Air serta kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.

Bagi yang ingin tahu lebih lengkap tentang informasi penting lain terkait KEK Tanjung Lesung, silakan kunjungi laman https://www.tanjunglesung.com/.

Ikuti juga laman media sosial @tanjunglesung.resort dan @tanjunglesungid.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau