Advertorial

Wamendikti Saintek Ajak Mahasiswa Baru UM Temukan Kepakaran Diri

Kompas.com - 20/08/2025, 12:38 WIB

KOMPAS.comUniversitas Negeri Malang (UM) membuka rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 pada Minggu (17/8/2025). Acara ini digelar bertepatan dengan upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia.

Pembukaan yang turut diwarnai peluncuran logo Dies Natalis UM Ke-71 itu dihadiri pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta lebih dari 12.000 mahasiswa baru. Acara berlangsung meriah dengan pertunjukan tari, pameran karya mahasiswa, dan parade busana adat.

Rangkaian PKKMB beberapa hari ke depan meliputi pengenalan nilai akademik, penguatan karakter, serta jejaring dan peluang internasional.

Rektor UM Prof Dr Hariyono, MPd menegaskan bahwa tema institusi harus menjadi pedoman nyata, bukan hanya slogan.

“Tema itu bukanlah sekadar slogan, melainkan kompas moral dan strategi besar yang menuntun langkah UM ke depan,” ujar Prof Hariyono sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (19/8/2025).

Ia menambahkan, tema Dies Natalis ke-71, yakni “Sehat, Bergerak, dan Berdampak”, sejalan dengan visi kampus untuk menghasilkan manfaat nyata bagi sivitas, bangsa, dan dunia.

“Marilah kita jadikan peringatan kemerdekaan ini sebagai momentum memperbaharui komitmen kita: sehat dalam pikiran dan tindakan, bermartabat dalam setiap langkah, bersatu dalam gerak, dan berdampak bagi UM, bangsa Indonesia, dan dunia,” tambah Prof Hariyono.

Temukan kepakaran sejati

Pada hari kedua, Senin (18/8/2025), PKKMB UM digelar di Graha Cakrawala dengan menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek) Prof Stella Christie, PhD serta Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII Prof Dr Dyah Sawitri, SE, MM.

Dalam pemaparannya, Prof Stella mengusung tema “Menjadi Generasi Pembelajar Berdampak: Menggali Potensi Diri untuk Kemajuan Negeri”.

Wamendikti Saintek Prof Stella Christie menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UM 2025 pada Senin (18/8/2025).Dok. UM Wamendikti Saintek Prof Stella Christie menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UM 2025 pada Senin (18/8/2025).

Ia menekankan bahwa masa kuliah merupakan fase emas untuk menemukan kepakaran yang akan menjadi bekal mahasiswa dalam menghadapi tantangan global.

“Universitas adalah tempat menemukan apa yang benar-benar kalian sukai, lalu mewujudkannya menjadi karya nyata. Di sinilah lahir inovasi yang menggerakkan bangsa,” ujarnya di hadapan ribuan mahasiswa baru.

Prof Stella juga meminta mahasiswa untuk tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga berani menemukan keahlian sejati.

“Jangan hanya ikut-ikutan. Kalau hanya meniru orang lain, kalian akan sulit bertahan di zaman yang mengalami perubahan sangat cepat. Namun, jika menemukan kepakaran sejati, kalian tidak akan tergantikan oleh AI,” tegasnya.

Prof Stella melanjutkan, riset, magang, serta keterlibatan di organisasi merupakan cara untuk melatih analisis, berpikir kritis, dan sekaligus mengasah kepemimpinan.

Menurutnya, universitas bukan hanya tempat melahirkan lulusan, melainkan juga pusat pertumbuhan ekonomi dan inovasi.

“Inovasi bisa menciptakan nilai dan universitas adalah ruang untuk melahirkan ekonomi baru. Setiap individu punya peluang besar untuk berkontribusi,” pesan Prof Stella.

Melalui pesan tersebut, mahasiswa baru UM diarahkan untuk menjadi generasi pembelajar berdampak yang mampu melahirkan solusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau