Advertorial

Isu AI Jadi Sorotan Utama di Ajang NeutraDC Summit 2025

Kompas.com - 21/08/2025, 15:55 WIB

KOMPAS.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya, PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), kembali menyelenggarakan perhelatan tahunan berskala internasional, NeutraDC Summit 2025.

Mengusung tema “AI Collaboration”, acara tersebut diadakan di Mulia Resort, Bali, Senin (25/8/2025).

Sebagai salah satu forum strategis di kawasan Asia Pasifik, NeutraDC Summit menjadi wadah bagi berbagai pemangku kepentingan untuk membahas arah pertumbuhan infrastruktur digital, tata kelola data, hingga pengembangan ekosistem kecerdasan artifisial (AI).

Oleh karena itu, dalam ajang tersebut, NeutraDC Summit akan kembali mempertemukan para pemimpin industri, regulator, pelaku teknologi, investor, dan komunitas global untuk bertukar gagasan sekaligus menjalin kolaborasi.

Tahun ini, NeutraDC Summit 2025 akan menghadirkan pembahasan terkait berbagai isu strategis dalam perkembangan teknologi.

Beberapa topik utama yang akan menjadi sorotan antara lain percepatan pengembangan ekosistem AI dari hulu ke hilir, serta desain pusat data yang tangguh dan siap menghadapi era AI dengan memperhatikan aspek resiliensi dan kebijakan.

Ada pula pembahasan tentang pemanfaatan nyata AI di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, energi, finansial, hingga layanan publik.

Chief Executive Officer (CEO) NeutraDC Group Andreuw Th A F mengatakan, penyelenggaraan NeutraDC Summit 2025 menjadi bagian dari komitmen TelkomGroup dalam memperkuat kompetensi dan kapabilitas di bisnis digital.

Fokus tersebut tidak hanya mencakup pembangunan pusat data berstandar global, tetapi juga menekankan aspek keberlanjutan, efisiensi operasional, serta pengembangan solusi berbasis AI yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital, baik di tingkat nasional maupun regional.

Tema AI Collaboration dipilih untuk menyoroti kebutuhan krusial dalam menghadapi era AI yang semakin kompleks.

Menurutnya, tantangan dalam pengembangan teknologi saat ini tidak lagi hanya bergantung pada ketersediaan lahan dan energi, tetapi juga membutuhkan sinergi lintas batas antara pelaku industri, regulator, dan penyedia teknologi.

NeutraDC Summit 2024 Panel Discussion.Dok. Telkom NeutraDC Summit 2024 Panel Discussion.

Dalam konteks tersebut, Indonesia melalui NeutraDC berupaya mengambil peran sebagai katalis yang memperkuat orkestrasi ekosistem AI regional agar semakin terintegrasi, inklusif, dan berdaya saing global.

“Tahun ini, fokus kami semakin tajam tentang membangun ekosistem AI itu sendiri. Kami percaya, kolaborasi adalah kunci untuk memastikan AI berkembang. Tak hanya untuk kepentingan bisnis, tetapi juga membawa dampak nyata bagi masyarakat, memperkuat daya saing Indonesia, dan mengakselerasi ekonomi digital kawasan,” Andreuw dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (21/8/2025) .

Andreuw menambahkan, salah satu pembeda NeutraDC Summit 2025 dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya adalah kehadiran AI Clinic & Solutions.

Sesi interaktif tersebut hadir untuk memberikan ruang bagi pelanggan, partner, dan pelaku industri untuk berdiskusi langsung mengenai tantangan, kebutuhan, serta peluang kolaborasi dalam membangun ekosistem AI di Indonesia.

“Dengan AI Clinic & Solutions, kami ingin lebih dekat dengan kebutuhan nyata pasar. Kami tak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menghadirkan ruang dialog untuk bersama-sama menciptakan solusi. Inilah bentuk komitmen NeutraDC untuk menjadi mitra yang mendengarkan, memahami, sekaligus berinovasi bersama ekosistem,” kata Andreuw.

Untuk pelaku industri, investor, ataupun akademisi yang ingin terlibat dalam percakapan penting mengenai masa depan AI dan ekosistem digital di NeutraDC Summit 2025, silakan melakukan registrasi melalui laman www.neutradc.com/register.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau