KOMPAS.com – Di tengah perubahan selera konsumen dan ketatnya persaingan pasar, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kuliner kini menghadapi tantangan baru, yakni cara menyajikan makanan yang tak hanya enak, tapi juga membekas di hati.
Konsumen masa kini mencari pengalaman yang melibatkan seluruh indera, mulai dari rasa, aroma, tekstur, visual, hingga interaksi. Hal ini mendorong lahirnya inspirasi tema Sweet Indulgence.
Melalui event Chocotrenz 2025, PT Gandum Mas Kencana (GMK) membawa inspirasi tersebut kepada para pelaku industri makanan.
Acara grand baking demo yang akan berlangsung di 8 kota besar itu tak hanya menampilkan demo memasak, tetapi juga menjadi ajang edukasi dan inovasi bagi pelaku usaha kuliner, UMKM, pastry chef, dan komunitas baking enthusiast di seluruh Indonesia.
“Kami melihat pergeseran perilaku konsumen yang kini lebih mencari pengalaman emosional dalam menikmati makanan. Ini membuka peluang besar bagi UMKM untuk naik kelas, asal mereka mampu membaca tren dan menyajikannya dengan cara yang relevan dan efisien,” ujar Commercial Director PT Gandum Mas Kencana (GMK) PJ Danang Wikandaru dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (22/8/2025).
Sebagai mitra pelaku usaha kuliner selama 40 tahun, lanjutnya, GGMK berkomitmen hadir sebagai penyedia bahan baku sekaligus sumber inspirasi dan inovasi praktis.
Gelaran Chocotrenz 2025 mengusung pendekatan riset dan pengembangan. Hal ini membedakannya dengan event baking lain. Tim chocolate and pastry experts internal GMK merancang kreasi bertema “Sweet Indulgence: A Sensory Delight”.
Lima elemen utama menjadi dasar pengembangan ide ini adalah,
Melalui demo langsung dari para chef GMK, peserta akan belajar cara menciptakan kemewahan rasa (affordable luxury) dengan teknik yang efisien, bahan yang mudah diakses, dan tampilan produk yang menarik di pasaran.
Kehadiran Nicky Tirta menginspirasi UMKM
Salah satu highlight Chocotrenz 2025 adalah kehadiran Nicky Tirta—figur publik yang dikenal luas sebagai aktor dan kini menekuni dunia baking secara profesional. Ia hadir sebagai Brand Ambassador Colatta—salah satu brand unggulan GMK yang menjadi pilar utama dalam event ini.
Nicky dianggap mewakili semangat UMKM karena memulai usaha dari dapur rumah, bereksperimen dengan rasa, hingga kini menjadi inspirasi komunitas kuliner.
Nicky Tirta hadir di Chocotrenz 2025 sebagai Brand Ambassador Colatta-salah satu brand unggulan GMK. Kehadiran Nicky bukan sekadar simbol, melainkan juga representasi dari semangat bahwa kreativitas dan kualitas bisa diakses siapa saja. Hal ini juga sejalan dengan filosofi Colatta sebagai brand yang mendukung kreativitas dan akses pada cokelat berkualitas tinggi.
Selain produk cokelat dari brand Colatta, Chocotrenz 2025 juga menampilkan sinergi dari brand-brand unggulan lain di bawah naungan GMK, yakni Haan (baking mix and ingredients yang memudahkan kreasi, Bendico (pure cocoa powder dengan cita rasa autentik), serta La Kreiva (crumble untuk makanan dan minuman untuk tampilan premium).
Semua brand hadir dalam bentuk booth inspiratif dan sesi interaktif sehingga memberikan peserta kesempatan untuk mencoba langsung, bertanya, dan belajar dari ahlinya.
Tahun ini, Chocotrenz 2025 menargetkan lebih dari 200 peserta di setiap kota yang terdiri dari pemilik bakery, kafe, restoran, UMKM kuliner, dan komunitas pencinta baking.
Peserta tak hanya membawa pulang buku resep eksklusif, goodie bag, dan doorprize, tetapi juga insight, teknik, dan jejaring bisnis yang bisa langsung diterapkan.
Dengan semangat “Inspiring Food Creativity”, GMK berharap Chocotrenz 2025 menjadi lebih dari sekadar event. Acara ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret untuk memperkuat daya saing UMKM kuliner Indonesia.
“Pada akhirnya, bisnis kuliner yang mampu menyentuh rasa dan hati pelangganlah yang akan bertahan. Sweet Indulgence adalah tentang menciptakan momen itu. Kami ingin pelaku UMKM jadi bagian dari perubahan ini,” imbuh Danang.