KOMPAS.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom mengakselerasi upaya transformasi menuju perusahaan digital telco dengan menghadirkan berbagai produk dan layanan berbasis teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan, upaya tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di kancah global.
“Transformasi Telkom menjadi perusahaan digital telco merupakan langkah strategis yang dilakukan untuk beradaptasi dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berubah,” ujar Faizal dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (21/8/2025).
Faizal menegaskan, transformasi tersebut tidak hanya fokus pada peningkatan infrastruktur konektivitas yang sudah lama berjalan, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan teknologi baru yang menjadi katalisator perubahan besar di industri.
Salah satu teknologi yang diprioritaskan adalah AI, seiring potensinya yang diyakini mampu menjadi penggerak utama ekonomi digital.
Berdasarkan riset PwC, adopsi AI diproyeksikan dapat meningkatkan produk domestik bruto (PDB) global sebesar 15 persen pada tahun 2035.
Dengan proyeksi itu, AI dipandang sebagai teknologi kunci yang akan memberikan keunggulan kompetitif bagi pelaku usaha yang berinvestasi lebih awal.
Menyadari peluang tersebut, Telkom meluncurkan sejumlah solusi berbasis AI, termasuk platform AI BigBox.
Teknologi tersebut sudah dimanfaatkan berbagai institusi, perusahaan, hingga pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mengoptimalkan operasional harian serta meningkatkan produktivitas.
AI BigBox menawarkan kapabilitas beragam, mulai dari analytics, machine learning, large language models (LLM), hingga natural language processing (NLP).
Tidak hanya ditawarkan kepada pihak eksternal, teknologi tersebut juga diimplementasikan secara internal untuk mendukung efisiensi operasional Telkom.
Salah satu contohnya adalah penggunaan chatbot berbasis AI yang terbukti mampu menekan biaya pemasaran sekaligus mempercepat layanan pelanggan.
Chatbot tersebut dapat memproses lebih dari 300.000 percakapan per jam secara cepat dan akurat. Hasilnya, komunikasi perusahaan dengan pelanggan menjadi lebih efektif. Hal ini pun berdampak langsung pada peningkatan kepuasan serta penurunan jumlah keluhan.
Selain itu, AI BigBox berperan penting dalam mendukung pengambilan keputusan strategis. Dengan kemampuan analisis percakapan publik dan sentimen di media sosial ataupun media online, platform ini mampu menyajikan insight relevan sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat.
Komitmen Telkom pada pengembangan AI juga ditunjukkan melalui inisiatif peningkatan kapabilitas talenta digital dan program Center of Excellence. Program ini menghubungkan praktisi AI dengan dunia usaha untuk mendorong inovasi dan kolaborasi lintas sektor.
Ke depan, Telkom berkomitmen tumbuh sebagai digital telco yang mendukung kedaulatan digital Indonesia demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami yakin lewat inisiatif di bidang AI, Telkom dapat menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi oleh banyak pihak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi digital berkelanjutan,” kata Faizal.