Advertorial

Gema Kompas JKN Digelar di Unmus Merauke, Gubernur Papua Selatan Dorong Pemanfaatan Telemedisin

Kompas.com - 25/08/2025, 14:07 WIB

KOMPAS.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan secara konsisten memperkuat edukasi publik mengenai urgensi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Gerakan Edukasi Komunitas Paham JKN (Gema Kompas JKN).

Pada Kamis (21/8/2025), kegiatan digelar di Universitas Musamus (Unmus) Merauke dengan melibatkan mahasiswa sebagai mitra strategis dalam menyebarkan literasi kesehatan kepada masyarakat.

Acara tersebut dihadiri Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Selatan, sivitas akademika Unmus, serta puluhan mahasiswa dari berbagai fakultas.

Kehadiran mahasiswa menjadi bukti peran penting generasi muda dalam mendukung keberhasilan program nasional di bidang kesehatan.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan Mahlil Ruby menegaskan bahwa mahasiswa merupakan agen perubahan yang berpengaruh besar di lingkungan sosial.

Dengan pemahaman yang baik mengenai JKN, mereka diharapkan dapat menyampaikan informasi yang benar kepada keluarga, teman, dan komunitas sekitar.

Menurutnya, program JKN bukan sekadar jaminan, melainkan wujud nyata gotong royong bangsa dalam melindungi kesehatan masyarakat.

“Melalui Gema Kompas JKN di Universitas Musamus, kami berharap, mahasiswa tidak hanya memahami manfaat JKN, tetapi juga menjadi duta yang menyebarkan pengetahuan tentang kesehatan dan semangat gotong royong,” jelas Mahlil sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (25/8/2025).

Kegiatan di Unmus dikemas secara santai dan interaktif serta menghadirkan sosialisasi layanan digital BPJS Kesehatan, seperti aplikasi Mobile JKN. Ada pula penjelasan mengenai inovasi telemedisin.

Mahasiswa juga diajak memahami layanan terkait program JKN di Papua Selatan dan peran generasi muda dalam menyebarkan informasi kesehatan yang akurat.

Mahlil menambahkan, mahasiswa dapat berperan aktif memperkenalkan telemedisin kepada masyarakat.

“Papua Selatan memiliki tantangan geografis yang unik. Dengan telemedisin, jarak tidak lagi menjadi penghalang untuk mendapatkan layanan medis. Kami berharap, mahasiswa Universitas Musamus bisa menjadi agen sosialisasi penggunaan layanan ini,” ucap Mahlil.

Pada kesempatan terpisah, Gubernur Papua Selatan Apolo Sanfapo menyampaikan apresiasi dan mendukung penuh atas penyelenggaraan Gema Kompas JKN di Merauke.

“Pemerintah Provinsi Papua Selatan menyambut baik inisiatif BPJS Kesehatan menghadirkan edukasi langsung kepada mahasiswa. JKN adalah program strategis bangsa yang manfaatnya telah dirasakan masyarakat Papua Selatan,” tutur Apolo.

Apolo juga menyambut baik uji coba layanan telemedisin yang hadir di Papua Selatan. Menurutnya, layanan digital tersebut mampu memperluas akses kesehatan hingga pelosok.

Telemedisin pun dapat menjadi solusi atas keterbatasan geografis yang selama ini membatasi layanan kesehatan.

Melalui sistem itu, dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) wilayah terpencil dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis di rumah sakit mengenai kondisi pasien. Dengan demikian, pelayanan lanjutan bisa diberikan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Mahasiswa Unmus juga menyambut positif kegiatan ini. Mereka menilai, informasi yang disampaikan membuka wawasan baru tentang manfaat penting jaminan kesehatan.

“Kegiatan ini membuat kami lebih paham bahwa JKN adalah bentuk solidaritas bersama. Kami siap menjadi bagian dari gerakan ini dengan ikut mengedukasi masyarakat, khususnya di Papua Selatan,” kata salah satu mahasiswa peserta, Herlinda.

Mahlil berharap, kolaborasi antara BPJS Kesehatan, Pemerintah Provinsi Papua Selatan, serta sivitas akademika Universitas Musamus membentuk ekosistem edukasi yang kuat sehingga JKN semakin dipahami, dimanfaatkan, dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau