Advertorial

Lewat Mekaar Home, PNM Ubah Rumah Sederhana Menjadi Ruang Usaha Perempuan Tangguh

Kompas.com - 25/08/2025, 14:12 WIB

KOMPAS.com - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan perempuan prasejahtera.

Bertepatan dengan momentum Hari Perumahan Nasional (Hapernas), PNM menegaskan urgensi akses rumah layak huni sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Berdasarkan data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) 2025, 16,5 juta keluarga di Indonesia masih membutuhkan hunian yang layak.

PNM menilai bahwa rumah bukan sekadar tempat bernaung, melainkan juga ruang produktif yang menopang perekonomian keluarga.

Hal tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian PKP yang menargetkan percepatan penyediaan rumah layak huni untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Melalui program Mekaar Home, PNM memberikan pembiayaan khusus untuk renovasi dan perbaikan rumah, terutama bagi nasabah Mekaar yang memanfaatkan rumah sebagai tempat usaha. 

Program tersebut dirancang untuk membantu perempuan tangguh memiliki rumah yang lebih layak sekaligus mendukung produktivitas usaha mereka.

Hingga Agustus 2025, Mekaar Home telah menjangkau 755.272 nasabah di 32 provinsi dan 309 kabupaten/kota dengan total nilai penyaluran Rp 1,74 triliun.

Capaian tersebut menunjukkan keseriusan PNM dalam menghadirkan dampak nyata bagi kehidupan keluarga nasabah Mekaar di seluruh Indonesia.

Sekretaris Perusahaan PNM Lalu Dodot Patria Ary menegaskan, Mekaar Home tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga wujud keberpihakan PNM kepada perempuan prasejahtera. Ia percaya, rumah layak akan menciptakan keluarga lebih sehat sekaligus usaha yang lebih produktif.

“Lewat Mekaar Home, PNM ingin hadir mendampingi perjuangan para ibu dalam mewujudkan rumah impian sekaligus ruang usaha,” ujar Dodot.

PNM berharap, keberadaan Mekaar Home dapat semakin mendorong nasabah untuk memperbaiki rumah sekaligus mengembangkan usaha mereka.

Dengan demikian, PNM tidak hanya meningkatkan kualitas hidup keluarga prasejahtera, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan perempuan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau