KOMPAS.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Provinsi Aceh resmi mendukung Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ormas MKGR Dr Ir Adies Kadir, SH, MHum, untuk kembali maju dalam Musyawarah Besar (Mubes) X Ormas MKGR.
Agenda mubes diselenggarakan di Hotel Fairmont Jakarta dari Kamis (29/8/2025) hingga Minggu (31/8/2025).
Selain pencalonan, DPD MKGR Provinsi Aceh juga mengusung Adies Kadir untuk kembali memimpin salah satu organisasi pendiri Partai Golkar tersebut pada periode 2025–2030.
Dukungan tersebut tertuang dalam surat resmi yang diserahkan langsung Ketua DPD Ormas MKGR Provinsi Aceh Dr Teuku Raja Keumangan, SH, MH, atau akrab disapa TRK kepada Adies Kadir di ruang kerjanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Selain membawa mandat dari DPD, TRK juga mengantarkan dukungan dari seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ormas MKGR Kabupaten/Kota se-Aceh. Mereka sepakat memberikan amanah kepada Adies Kadir untuk kembali memimpin DPP Ormas MKGR selama lima tahun ke depan.
TRK mengatakan bahwa melalui surat dukungan tersebut, DPD Ormas MKGR Provinsi Aceh bersama seluruh DPC se-Aceh meminta Ketum Adies Kadir mencalonkan diri pada Mubes X.
“Kami memberikan dukungan penuh agar beliau kembali menjadi Ketua Umum DPP Ormas MKGR periode 2025–2030,” kata TRK dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (28/8/2025).
Pria yang juga menjabat sebagai Bupati Nagan Raya sekaligus anggota Majelis Agung Raja Sultan Indonesia itu menambahkan, hampir 90 persen menteri Kabinet Indonesia Maju dari Partai Golkar merupakan kader Ormas MKGR. Sekitar 50 persen anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), termasuk pimpinan saat ini, juga berasal dari MKGR.
“Belum lagi kader di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi, kabupaten, kota, serta kepala daerah yang berhasil memenangkan pemilihan kepala daerah. Menurut saya, kepemimpinan seperti ini patut dipertahankan,” ujarnya.
Sebagai informasi, Ormas MKGR adalah salah satu dari tiga Kelompok Induk Organisasi (KINO) pendiri Partai Golkar, selain Kosgoro dan SOKSI. Organisasi ini berdiri pada 3 Januari 1960 atas prakarsa Mayjen TNI (Purn) RH Sugandhi.
Kelahiran ormas itu berangkat dari panggilan sejarah untuk menjaga dan menegakkan nilai Pancasila di tengah ancaman komunisme saat itu.
Hingga kini, Ormas MKGR tetap eksis sebagai wadah pengkaderan, melahirkan generasi penerus yang tangguh, serta memperkuat eksistensi Partai Golkar di berbagai lini.