Advertorial

Inovatif dan Transparan, BPJS Kesehatan Dinobatkan sebagai Lembaga Publik Paling Berpengaruh

Kompas.com - 29/08/2025, 11:40 WIB

KOMPAS.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kembali menorehkan prestasi gemilang.

Kali ini, lembaga negara pengelola program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tersebut meraih penghargaan sebagai Lembaga Publik Paling Berpengaruh dalam ajang MAW Talk Awards 2025 dengan tema “Transparansi untuk Negeri: Kepemimpinan yang Menginspirasi Perubahan”.

MAW Talk Awards 2025 digelar di Hotel Grand Diamond, Yogyakarta, Kamis (28/8/2025) dan dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, pimpinan lembaga, akademisi, serta insan media.

MAW Talk Awards adalah ajang penghargaan tahunan yang memberikan apresiasi kepada tokoh, institusi, dan lembaga yang memberikan pengaruh besar melalui transparansi serta kepemimpinan yang menginspirasi perubahan.

Terkait penilaian pemenang, proses seleksi dilakukan secara ketat oleh dewan juri yang terdiri dari para akademisi lintas perguruan tinggi.

Dewan juri tersebut terdiri dari Prof Dr Masduki (Universitas Islam Indonesia), Dr Rahayu (Universitas Gadjah Mada), Prof Dr Adhianty Nurjanah (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Dr Christina Rochayanti (UPN Veteran Yogyakarta), serta Dr Lukas Ispandriarno (Universitas Atma Jaya Yogyakarta).

Para pakar itu dihadirkan untuk memastikan obyektivitas dan sekaligus memperkuat legitimasi penghargaan yang diterima pemenang.

Bagi BPJS Kesehatan, penghargaan merupakan pengakuan atas konsistensi dalam mewujudkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan peserta.

Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan sendiri menjadi salah satu sistem jaminan sosial kesehatan yang berpengaruh karena memiliki cakupan kepesertaan terbesar di dunia. Program ini melindungi lebih dari 281 juta penduduk Indonesia.

Dalam sambutannya, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyampaikan apresiasi mendalam kepada penyelenggara dan seluruh pihak yang mendukung perjalanan BPJS Kesehatan.

Menurutnya, penghargaan yang didapat bukan hanya untuk BPJS Kesehatan, melainkan seluruh masyarakat Indonesia yang menjadi bagian dari program JKN.

“Terima kasih kepada MAW Talk Awards atas apresiasi yang membanggakan ini. Kami berkomitmen terus menjaga transparansi, menghadirkan inovasi layanan, dan memastikan keberlangsungan JKN sebagai pilar keadilan sosial di bidang kesehatan,” ujar Ghufron dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (29/8/2025).

Ghufron menegaskan, penghargaan tersebut akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi peserta dan memperluas kolaborasi dengan pemangku kepentingan.

Pihaknya juga akan terus memperkuat transformasi digital layanan kesehatan sebagai bentuk kemudahan dan transparansi pengelolaan program.

“Keberlangsungan JKN adalah tanggung jawab kita bersama. Dukungan pemerintah, fasilitas kesehatan, tenaga medis, akademisi, media, dan masyarakat luas sangat penting agar JKN semakin kokoh dan berkelanjutan untuk generasi mendatang,” kata Ghufron.

Ghufron berharap, dengan penghargaan yang didapat, BPJS Kesehatan bisa semakin meneguhkan posisinya sebagai lembaga publik yang tidak hanya memberikan layanan, tetapi juga mendorong perubahan sosial demi tercapainya Indonesia sehat, adil, dan sejahtera.

Pada kesempatan sama, Chairman MAW Talk Asmono Wikan menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan berhasil mendapatkan penghargaan setelah melalui penilaian yang ketat.

Berdasarkan hasil penilaian tersebut, dewan juri kemudian menetapkan BPJS Kesehatan sebagai penerima penghargaan melalui SK Nomor 1/MTA/VII/2025.

Keputusan itu menegaskan peran penting BPJS Kesehatan sebagai lembaga publik yang dinilai mampu menghadirkan transparansi serta kepemimpinan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Menurut dewan juri, BPJS Kesehatan layak memperoleh penghargaan karena konsistensinya dalam menghadirkan inovasi kebijakan, komitmen terhadap nilai-nilai keindonesiaan yang menjunjung keberagaman dan inklusi, serta kontribusi besarnya bagi masyarakat melalui pengelolaan Program JKN.

BPJS Kesehatan juga dinilai berhasil menjaga keberlangsungan program tersebut agar tetap memberikan manfaat berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“BPJS Kesehatan juga dipandang mampu mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa seperti gotong royong, tolong menolong serta mendorong perubahan sosial di Indonesia,” jelas Asmono.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau