Advertorial

Gandeng Qrypt, ITSEC Asia Perkuat Indonesia Hadapi Ancaman Era Komputasi Kuantum

Kompas.com - 01/09/2025, 13:49 WIB

KOMPAS.com - Perusahaan keamanan siber terkemuka di Indonesia, ITSEC Asia, menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Qrypt—inovator asal Amerika Serikat di bidang solusi kriptografi kuantum—di ajang ITSEC Cybersecurity Summit 2025.

Penandatanganan tersebut dilakukan Presiden Direktur ITSEC Asia Patrick Dannacher bersama Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Founder Qrypt Kevin Chalker

Seperti diketahui, Qrypt dikenal luas dengan teknologinya yang mampu melindungi data dari ancaman komputasi kuantum. Mesin ini mampu menyelesaikan perhitungan jauh lebih cepat ketimbang superkomputer tercanggih saat ini.

Meski menjanjikan terobosan di bidang kedokteran, kecerdasan buatan, serta sains material, kehadiran teknologi kuantum juga menimbulkan ancaman serius terhadap sistem enkripsi konvensional.

Mekanisme pengamanan tradisional yang digunakan di sektor perbankan, kesehatan, serta pemerintahan, seperti RSA dan ECC, berisiko ditembus. Hal ini berpotensi membahayakan infrastruktur kritis sekaligus miliaran perangkat yang terhubung.

Untuk menjawab tantangan tersebut, lahirlah konsep post-quantum cryptography (PQC). Metode baru ini dirancang agar sistem enkripsi tetap tangguh menghadapi serangan komputasi kuantum.

Sejumlah produk Qrypt dikembangkan khusus untuk membantu organisasi lebih cepat menjadi quantum-safe. Sebut saja, Quantum Entropy Appliances, Quantum Entropy-as-a-Service, dan Digital Quantum Key Distribution (DQKD).

Melalui kemitraan tersebut, ITSEC Asia akan menghadirkan sekaligus mengintegrasikan solusi Qrypt di Indonesia dengan fokus pada tiga inisiatif utama.

Pertama, riset dan pengujian. ITSEC Asia menggandeng mitra global serta universitas untuk membangun proof-of-concept. Langkah ini akan memperlihatkan bagaimana PQC dapat melindungi aplikasi nyata, seperti transaksi keuangan, komunikasi aman, serta penyimpanan data.

Kedua, pelatihan dan peningkatan kapasitas. Melalui ITSEC Cyber Academy yang diluncurkan awal tahun ini, ITSEC berkomitmen membekali profesional IT Indonesia dengan keterampilan praktis dalam mengimplementasikan sistem quantum-safe.

Ketiga, peningkatan kesadaran industri. ITSEC Asia mengangkat isu PQC ke permukaan lewat diskusi, forum, dan berbagai acara industri, termasuk rangkaian summit tahun ini.

Patrick menjelaskan, komputasi kuantum merupakan salah satu lompatan teknologi terbesar saat ini. Selain mentransformasi industri, teknologi ini juga berpotensi mengguncang fondasi kepercayaan digital.

“Kolaborasi kami dengan Qrypt merupakan langkah penting agar Indonesia tidak hanya siap menghadapi era kuantum, tetapi juga menjadi salah satu pemimpin dalam adopsi solusi quantum-safe,” kata Patrick dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (29/8/2025).

Penandatanganan kerja sama tersebut sekaligus menegaskan komitmen ITSEC Asia untuk memperkuat ketahanan keamanan siber nasional.

Dengan langkah tersebut, organisasi dan masyarakat Indonesia diharapkan siap menghadapi tantangan sekaligus mampu memanfaatkan peluang yang ditawarkan era kuantum di masa mendatang.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau