Advertorial

Ditopang Empat Pilar, Telkom AI CoE Percepat Adopsi AI di Indonesia

Kompas.com - 02/09/2025, 10:50 WIB

KOMPAS.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui Telkom Solution meluncurkan Telkom Artificial Intelligence (AI) Center of Excellence (CoE) di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (28/8/2025). 

AI CoE diresmikan secara langsung Direktur IT Digital Telkom Faizal R Djoemadi serta Direktur Enterprise and Business Service Veranita Yosephine. 

Fasilitas tersebut menjadi inisiatif strategis Telkom di bidang AI untuk mempercepat digitalisasi di Indonesia sehingga berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

Faizal mengatakan, peluncuran AI CoE sejalan dengan agenda reformasi digital pemerintah, sebagaimana diarahkan Presiden Prabowo Subianto. Dalam arahannya, Presiden meminta untuk memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan agar bisa meningkatkan efisiensi dan daya saing nasional. 

“Kami yakin Telkom Indonesia AI Center of Excellence mampu menjadi pusat pengembangan, kolaborasi, serta implementasi kecerdasan buatan. Dengan demikian, perseroan bisa menjadi motor penggerak digitalisasi di pemerintahan dan transformasi industri di Indonesia sehingga memberi manfaat positif bagi masyarakat serta perekonomian bangsa,” ujar Faizal dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (1/9/2025).

Sebagai bagian dari TelkomGroup, Telkom AI Center of Excellence berkomitmen menghadirkan solusi nyata yang mendukung transformasi digital melalui sinergi lintas sektor dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.

Pengadopsian AI juga akanAI mendorong daya saing bangsa dan akan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian dunia. 

PricewaterhouseCoopers (PwC) memperkirakan kontribusi AI terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai hingga 15,7 triliun dollar AS pada 2030. 

AI juga dinilai menjadi faktor kunci dalam peningkatan daya saing dan mampu mengakselerasi transformasi digital yang berefek terhadap peningkatan produktivitas. 

Berdasarkan laporan Goldman Sachs, produktivitas tenaga kerja diperkirakan meningkat 15 persen jika AI diadopsi. 

Hal itu menunjukkan bahwa AI akan merevolusi segalanya, termasuk cara industri beroperasi dan mengubah peta tenaga kerja di masa depan.

Empat pilar program

Telkom AI CoE merupakan inisiatif yang dirancang Telkom secara holistik untuk menjadi enabler ekosistem AI nasional.

Inisiatif tersebut menunjukkan komitmen Telkom dalam mendukung digitalisasi pemerintahan, memperkuat daya saing industri, serta memberdayakan talenta lokal. 

Untuk diketahui, Telkom AI Coie memiliki empat pilar program. Pertama, AI Campus sebagai wadah kolaborasi bersama perguruan tinggi. 

Kedua, AI Playground guna menyediakan ruang eksplorasi dan riset praktis. Ketiga, AI Connect mengharmonisasikan para praktisi, start-up, hingga pelaku bisnis. Keempat, AI Hub untuk penciptaan solusi nyata bagi berbagai industri.

Faizal optimistis, Telkom Indonesia CoE mampu menjadi pusat pengembangan, kolaborasi, serta implementasi kecerdasan buatan. 

“AI CoE dapat menjadi motor penggerak digitalisasi di pemerintahan dan transformasi industri di Indonesia sehingga memberi manfaat positif bagi masyarakat serta perekonomian bangsa,” kata Faizal.

Platform AI unggulan

Keberhasilan Telkom AI Center of Excellence terbukti dari kehadiran AI BigBox, platform AI unggulan Telkom yang telah mendukung berbagai institusi, perusahaan, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi lebih baik. 

Dengan beragam kemampuan, seperti analytics, machine learning, large language models (LLM) dan natural language processing (NLP), AI BigBox berhasil membantu mereka mengoptimalkan operasional harian hingga meningkatkan produktivitas.

Salah satu pemanfaatannya adalah asisten virtual berbentuk chatbot yang dapat digunakan untuk optimalisasi operasional atau interaksi dengan pelanggan yang lebih baik. 

Chatbot dari AI BigBox mampu memproses lebih dari 300.000 percakapan per jam dengan cepat dan akurat.

AI BigBox juga dapat digunakan untuk e-KYC sehingga verifikasi identitas pelanggan ataupun mitra bisa dilakukan dengan lebih efisien. 

Selain itu AI BigBox juga bisa dipakai untuk memantau kemungkinan serangan siber terjadi. Saat ini, AI BigBox telah berhasil mengidentifikasi lebih dari 130.000 serangan siber setiap bulan.

Dengan kapabilitas yang dimiliki ditambah kolaborasi bersama mitra strategis dan dukungan penuh para pemangku kepentingan, Telkom yakin bahwa AI Center of Excellence akan menjadi akselerator utama yang mendorong keberhasilan transformasi dan digitalisasi Indonesia.

Faizal melanjutkan, dengan AI Center of Excellence, Telkom berkomitmen memperkuat kapabilitas digital, infrastruktur AI, dan platform teknologi untuk menciptakan fondasi yang kokoh dalam mendukung inovasi berkelanjutan. 

“Melalui Telkom AI Center of Excellence, Telkom berambisi menjadikan Indonesia lebih cerdas, inovatif, dan kompetitif di era digital,” imbuh Faizal.

Senada dengan Faizal, Veranita menilai bahwa Telkom AI Center of Excellence adalah langkah strategis perusahaan dalam membangun ekosistem AI nasional secara menyeluruh. 

Hal itu diwujudkan dengan menggandeng berbagai pihak, mulai dari penyedia teknologi dan solusi AI global hingga start-up dan produk yang dihadirkan juga akan dikustomisasi agar sesuai kebutuhan pasar.

“Telkom sebagai perusahaan digital telco terus berkomitmen dalam menghadirkan solusi maupun inisiatif strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital berkelanjutan di Indonesia,” terang Veranita.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau