Advertorial

Perkuat Fundamental Bisnis, Dirut BRI Ungkap Strategi Peningkatan Dana Murah

Kompas.com - 03/09/2025, 11:59 WIB

KOMPAS.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat fundamental bisnis dengan menekankan strategi pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Fokus pada penguatan dana murah (current account savings account/CASA) menjadi kunci dalam menciptakan ruang pertumbuhan yang lebih sehat bagi profitabilitas BRI secara jangka panjang.

Dalam paparannya pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Jakarta, Kamis (21/8/2025), Direktur Utama (Dirut) BRI Hery Gunardi menjelaskan bahwa saat ini perseroan secara terukur mendorong peningkatan dana giro dan tabungan untuk menjaga efisiensi biaya dana.

Strategi BRI tersebut tercermin dari meningkatnya komposisi dana murah. Hingga akhir Juni 2025, total Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tercatat tumbuh 6,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 1.482,12 triliun.

Dari jumlah itu, porsi CASA mencapai 65,5 persen atau tumbuh double digit sebesar 10,6 persen yoy.

“Komposisi ini menunjukkan strategi BRI yang konsisten dalam mendorong penghimpunan dana murah melalui optimalisasi alat transaksi atau transaction banking,” ujar Hery dalam keterangan resminya, Rabu (3/9/2025).

Dengan dominasi dana murah, ia menyatakan, biaya dana atau cost of fund (CoF) BRI dapat ditekan, sehingga mendukung profitabilitas jangka panjang.

Hery menambahkan, pertumbuhan dana murah juga ditopang oleh optimalisasi kanal digital yang konsisten mencatat kinerja impresif.

Pada triwulan II-2025, BRImo sebagai superapp andalan BRI mencatat pertumbuhan pesat, baik dari sisi jumlah pengguna maupun volume transaksi.

Pengguna BRImo meningkat 21,2 persen yoy menjadi 42,7 juta. Sementara itu, volume transaksi naik 25,5 persen yoy menjadi Rp 3.231,7 triliun.

Dari sisi merchant, volume penjualan melalui BRI tumbuh 27,2 persen yoy menjadi Rp 105,5 triliun, dengan jumlah transaksi melonjak 50,2 persen menjadi 308 juta.

Kinerja QRIS BRI juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Volume transaksi naik 142,9 persen yoy menjadi Rp 37,2 triliun, dengan jumlah transaksi meningkat 162,5 persen menjadi 313,7 miliar.

“Capaian ini menegaskan bahwa transformasi digital BRI tidak hanya memperkuat basis dana murah, tetapi juga memperluas ekosistem pembayaran digital yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia,” jelas Hery.

Upaya BRI menekan biaya dana turut didukung dari kondisi makro. Sejak Januari 2025, Bank Indonesia telah menurunkan BI rate sebesar 100 basis poin.

Suku bunga acuan kini berada di level 5 persen pada Agustus 2025, diikuti penurunan suku bunga antarbank menjadi 4,68 persen per 20 Agustus 2025.

“Penurunan suku bunga juga turut menekan biaya dana perbankan, mendukung efisiensi, dan membuka ruang untuk ekspansi kredit,” ucap Hery.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau