KOMPAS.com – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus menjalankan komitmennya dalam memberdayakan perempuan prasejahtera melalui peningkatan literasi keuangan syariah.
Upaya ini diwujudkan melalui peran aktif account officer (AO) PNM dalam program Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah (SICANTIKS).
Program kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PNM tersebut diharapkan dapat menghadirkan efek berganda.
Efek yang dimaksud mencakup peningkatan pemahaman keuangan syariah di komunitas perempuan, pertumbuhan ultramikro, serta penurunan kesenjangan ekonomi secara berkelanjutan.
Selain menghadirkan efek berganda, inisiatif tersebut menjadi model sinergi nyata dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.
PNM meyakini bahwa pendidikan keuangan syariah yang tepat sasaran dapat menjadi fondasi kuat bagi pemberdayaan ekonomi perempuan prasejahtera.
Sejak diluncurkan, PNM telah mengadakan pelatihan Training of Trainer (ToT) SICANTIKS dalam empat batch di berbagai wilayah, seperti Sumatera Selatan, Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Sebanyak 25.560 AO PNM telah mengikuti pelatihan ini. Capaian tersebut menunjukkan komitmen kuat PNM dalam memastikan para pendamping nasabah memiliki pemahaman mendalam mengenai literasi keuangan syariah.
Dengan demikian, pengetahuan tersebut dapat disalurkan kepada nasabah dengan tepat.
Sekretaris Perusahaan PNM Lalu Dodot Patria Ary menjelaskan, literasi keuangan syariah sangat penting bagi perempuan dalam mengelola usaha dan keuangan keluarga.
“Para AO PNM adalah sahabat terdekat nasabah di lapangan. Dengan tambahan wawasan keuangan syariah ini, kami berharap, mereka dapat memberikan pendampingan yang lebih baik. Pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan ini dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta usaha nasabah,” ujar Dodot dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (3/9/2025).
Ke depan, lanjut Dodot, PNM berencana untuk terus menghadirkan pelatihan serupa di berbagai wilayah. PNM berharap, semakin banyak keluarga merasakan manfaat dari peningkatan literasi keuangan syariah ini.
Menurut PNM, keberhasilan usaha perempuan prasejahtera tidak hanya bergantung pada modal, tetapi juga pengetahuan yang tepat dan pendampingan yang sesuai.
Melalui inisiatif seperti SICANTIKS, PNM berkomitmen untuk terus mendampingi langkah kecil para ibu yang berjuang untuk membangun kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.