KOMPAS.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan gencar melakukan digitalisasi layanannya, termasuk di bidang farmasi. Salah satunya melalui inovasi Bridging Apotek Online yang mempercepat pelayanan obat bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Bridging Apotek Online merupakan sistem digital yang menghubungkan sistem Apotek Online yang dimiliki BPJS Kesehatan dan sistem informasi yang dimiliki rumah sakit.
Sistem tersebut berhasil diterapkan di beberapa rumah sakit, termasuk RS Universitas Islam Indonesia (RS UII) pada akhir 2022.
“Awalnya, kami diberikan sosialisasi dan informasi kemudian berdiskusi dengan tim di internal. Setelah semua siap, bridging kami lakukan,” ujar Supervisor Farmasi RS UII Fatma Nur Hudaifah dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (10/9/2025).
Sistem Apotek Online membantu fasilitas kesehatan menagihkan biaya obat kepada BPJS Kesehatan.
Sebelum bridging dijalankan, petugas harus melakukan entry data obat sebanyak dua kali, yaitu di sistem rumah sakit dan di sistem Apotek Online agar tercatat masuk dalam penagihan ke BPJS Kesehatan.
“Dulu, masih kami lakukan secara manual dengan input satu per satu, mencocokkan dengan data-data yang ada di sistem informasi RS, setelah itu melakukan entry di Apotek Online,” jelas Fatma.
Fatma mengaku bahwa metode konvensional kala itu membutuhkan waktu yang cukup lama.
“Namun, setelah sistem ini berhasil dikoneksikan, semua (proses) menjadi lebih cepat dan entry data jauh berkurang,” kata Fatma.
Fatma melanjutkan, berkat bridging tersebut, pelayanan di loket farmasi menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien.
Dahulu, input data di farmasi bisa mencapai hitungan menit. Kini, kurang dari satu menit data sudah selesai diproses dengan baik. Saat petugas melakukan entry data di sistem rumah sakit, akan terinput juga di Apotek Online secara otomatis.
“Setelah dilakukan bridging, sekarang dalam satu hari kami dapat memasukkan seluruh resep yang ada. Tidak ada lagi resep yang tertunda penginputannya. Semua sudah bersih dalam satu hari. Dahulu, kami input manual bisa hitungan menit sekarang cukup 10 detik sudah otomatis terinput,” imbuh Fatma.
Bridging sistem juga berdampak positif terhadap waktu tunggu di loket farmasi rumah sakit. Fatma mengatakan, pemberian pelayanan kepada pasien menjadi lebih cepat.
Sebelum obat diberikan kepada pasien, jelasnya, data sudah harus masuk ke dalam sistem. Dengan BridgingApotek Online, tahapan entry menjadi lebih singkat sehingga mempersingkat pula waktu tunggu loket farmasi.
“Pemberian pelayanan kepada pasien yang tiba di loket farmasi tentu menjadi lebih cepat dan waktu tunggu lebih singkat. Penginputan data lebih cepat, cukup dalam hitungan detik dan antrean berjalan lebih cepat,” kata Fatma.
Fatma berharap, sistem dan inovasi yang dihadirkan BPJS Kesehatan dapat terus memberikan manfaat bagi peserta serta fasilitas kesehatan yang memberikan layanan langsung kepada peserta JKN.
Berbagai menu di Apotek Online juga diharapkan terus diperkaya untuk memberikan yang terbaik bagi peserta.
“Kami berharap, sistem Apotek Online semakin lebih baik sehingga membantu kami dalam pemenuhan restriksi obat dan penginputan satu obat dengan obat yang lain. Dengan sinergi yang baik, kami dapat memberikan pelayanan optimal kepada pasien JKN sehingga kepuasan masyarakat meningkat,” ujar Fatma.