Kabar imipas

Kementerian Imipas Umumkan Hasil Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya 2025

Kompas.com - 12/09/2025, 18:44 WIB

KOMPAS.com – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) menetapkan enam nama calon untuk mengisi dua jabatan pimpinan tinggi madya melalui seleksi terbuka 2025.

Adapun tiga nama ditetapkan sebagai calon Direktur Jenderal Imigrasi, sedangkan tiga lainnya sebagai calon Staf Ahli Menteri Bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum. Keputusan tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor: PANSEL JPT/09/2025-11 yang diterbitkan pada Jumat (12/9/2025).

“Sebanyak tiga peserta dari masing-masing jabatan dipilih berdasarkan akumulasi nilai tertinggi pada setiap tahapan seleksi,” kata Ketua Panitia Seleksi yang juga Wakil Menteri Imipas Silmy Karim dikutip dari laman resmi Kementerian Imipas, Jumat.

Peserta yang lulus wajib mengikuti tes kesehatan pada Selasa (23/9/2025) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, mulai pukul 08.00 WIB.

Silmy menegaskan, keputusan panitia bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

Adapun nama-nama yang ditetapkan sebagai calon Direktur Jenderal Imigrasi adalah Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Yuldi Yusman, SE, MS; Dr Ahmad Purbaja, ST, MH; dan Ibnu Ismoyo, SH, MH, MM.

Sementara, tiga calon Staf Ahli Menteri Bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum terdiri dari Dr Iwan Santoso, SH, MSi, CGCAE; Agato Perkasa Parlindungan Simamora, SH, MH; dan Mochamad Akbar Hadiprabowo, SH, MH.

Dokumen resmi pengumuman dapat diakses melalui laman https://pansel.kemenimipas.go.id/pengumuman.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau