Advertorial

PNM Ajak Nasabah Ubah Limbah Plastik Jadi Sumber Pendapatan

Kompas.com - 13/09/2025, 19:17 WIB

KOMPAS.com - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus berkomitmen dalam pemberdayaan perempuan prasejahtera.

Selain menyediakan dukungan finansial, PNM juga membekali nasabah dengan modal intelektual dan sosial agar mampu mengembangkan usaha dari potensi di sekitar mereka.

Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Program ini menghadirkan berbagai pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.

Hingga Juli 2025, PNM telah membentuk 671 klusterisasi usaha sebagai wadah kolaborasi antarnasabah.

Salah satu kluster unggulan adalah kerajinan anyaman dari limbah plastik. Selain nilai ekonomi, produk kluster ini juga membantu mengurangi timbunan sampah rumah tangga.

Sekretaris Perusahaan PNM Lalu Dodot Patria Ary menegaskan bahwa program tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam mendampingi nasabah secara berkelanjutan.

Ia melanjutkan, PNM tidak hanya memberi pembiayaan, tetapi juga membuka akses ilmu, jejaring, dan keterampilan agar nasabah mampu meningkatkan ekonomi keluarga.

“Pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi karya bernilai merupakan contoh nyata potensi lokal yang bisa berkembang jika diberdayakan dengan baik.” kata Dodot dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (13/9/2025).

Program Pengembangan Kapasitas Usaha dari PNM.DOK. PNM Program Pengembangan Kapasitas Usaha dari PNM.

Salah satu nasabah PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) Cabang Madiun sejak 2019, Laela (40), merasakan langsung manfaat program tersebut. Ia mendapat pengalaman baru setelah mengikuti pelatihan pembuatan tas dari limbah plastik.

“Dari kegiatan tersebut, saya baru tahu bungkus kopi yang biasanya hanya menjadi sampah ternyata bisa diolah menjadi produk bernilai jual,” kata Laela.

PNM berharap, langkah tersebut dapat menumbuhkan semangat kemandirian dari akar rumput. Dengan mengubah limbah menjadi peluang usaha, nasabah bersama keluarganya tidak hanya menambah penghasilan, tetapi juga menggerakkan ekonomi di lingkungan sekitar.

Bersama PNM, harapan untuk tumbuh dan mencapai kesejahteraan keluarga dapat terwujud secara berkelanjutan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau