Advertorial

Walkot Padang Dampingi Mentan Tinjau Pasar Lubuk Buaya, Harga Pangan Terpantau Stabil

Kompas.com - 16/09/2025, 16:24 WIB

KOMPAS.com - Wali Kota (Walkot) Padang Fadly Amran mendampingi Menteri Pertanian (Mentan) RI Amran Sulaiman dalam agenda peninjauan ke Pasar Lubuk Buaya Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (16/9/2025).

Peninjauan tersebut merupakan rangkaian agenda kunjungan kerja Mentan di Provinsi Sumbar.

Pada kesempatan tersebut, Amran Sulaiman memastikan harga-harga kebutuhan pangan di Kota Padang dan Sumbar stabil.

Ia mengatakan, mayoritas harga pangan di seluruh Indonesia relatif turun.

“Kami melihat operasi pasar sudah masif sampai ke bawah. Dan kami menerima laporan harga sudah turun masif seluruh Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pada Agustus 2,7 persen dan sekarang 2,1 persen,” ujar Amran dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa.

Mentan melanjutkan, operasi pasar dapat diperpanjang hingga Februari 2026. Stok beras pun dinilai masih mencukupi, khususnya beras SPHP atau stabilisasi pasokan dan harga pangan.

“Posisi stok yang belum disalurkan 1 juta ton lebih, yang disalurkan baru 200.000 ton,” terangnya.

Mentan juga menyatakan tingginya permintaan beras SPHP tidak menjadi masalah karena stok beras mencukupi.

Pada kesempatan tersebut, Fadly Amran mengatakan bahwa secara umum, harga pangan di Padang relatif stabil.

“Hal itu tidak terlepas dari dukungan Kementerian Pertanian (Kementan) dan berbagai stakeholder. Selain operasi pasar, kami juga menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di setiap kecamatan,” imbuh Fadly.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau