Advertorial

PNM Perkuat Komitmen Pemberdayaan UMKM lewat Festival Usaha Mikro di NTB

Kompas.com - 18/09/2025, 21:31 WIB

KOMPAS.com - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi tuan rumah untuk Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro yang diselenggarakan di Gelanggang Olahraga (GOR) Tambora Poltekpar, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (16/9/2025).

Dalam acara itu, PNM membawa 10 nasabah terpilih, yang terdiri dari sembilan nasabah Mekaar dan satu nasabah UlaMM, dari total 1000 nasabah dengan tujuan agar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaannya dapat naik kelas.

Festival itu sendiri digagas oleh Kementerian UMKM serta bertujuan untuk memperkuat legalitas dan pelindungan.

Kemudian, acara juga hadir untuk membantu pengembangan usaha mikro melalui berbagai layanan, mulai dari perizinan, sertifikasi halal dan hal kekayaan atas intelektual (haki), hingga akses permodalan serta asuransi.

Bagi PNM, festival tersebut menjadi ruang strategis untuk mendampingi para pelaku usaha mikro agar mereka memahami pentingnya legalitas dan akses perlindungan usaha.

Lewat kehadiran booth layanan yang tersedia, PNM memberikan edukasi kepada masyarakat tentang peran pembiayaan ultra mikro serta manfaat program PNM Mekaar dan ULaMM yang terbukti membantu jutaan pelaku usaha kecil di seluruh Indonesia.

Selain itu, festival juga menjadi ajang penegasan dari komitmen perusahaan untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang sehat, aman, dan berdaya saing.

Menurut data Kementerian Koperasi dan UMKM, sektor UMKM berkontribusi lebih dari 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional

Sayangnya, masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki legalitas usaha ataupun perlindungan formal.

Meski begitu, Wakil Menteri UMKM Helvi Y Moraza tetap mengapresiasi peran dari para pelaku UMKM.

“Menjadi pemilik UMKM adalah kegiatan yang sangat mulia dan pejuang kemanusiaan. Sebab, dengan membuka usaha, mereka tidak hanya menopang keluarganya, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi pengangguran, dan sekaligus membantu mengurangi kemiskinan,” Ujar Helvi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (18/9/2025).

Sementara itu, Direktur Utama PT PNM Arief Mulyadi mengaku berterima kasih kepada Helvi atas dukungannya terhadap PNM

“Kami percaya bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian bangsa. Dengan legalitas dan akses pembiayaan yang kuat, pelaku UMKM akan mampu tumbuh lebih besar, berdaya saing, dan menjadi penggerak ekonomi nasional,” kata Arief.

PNM optimistis bisa melahirkan pelaku usaha yang mandiri dan terlindungi. Dok. PNM PNM optimistis bisa melahirkan pelaku usaha yang mandiri dan terlindungi.

Lewat festival UMKM, PNM optimistis dapat melahirkan semakin banyak pelaku usaha yang mandiri dan terlindungi.

Dengan begitu, usaha kecil mampu naik kelas dan bertransformasi menjadi usaha berkelanjutan.

Semangat Tumbuh, Peduli, dan Menginspirasi yang diusung oleh PNM pun menjadi fondasi kuat untuk menghadirkan optimisme baru.

PNM percaya bahwa dari NTB hingga seluruh pelosok negeri, UMKM Indonesia akan terus tumbuh sebagai pilar ekonomi yang kokoh dan mampu membawa Indonesia menuju kesejahteraan yang lebih baik.

“Melalui ekosistem pembiayaan, pendampingan, dan program pelatihan berkelanjutan, PNM berharap, dapat terus memberikan dukungan signifikan bagi perkembangan usaha mikro di Indonesia serta membantu mereka tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” terang Arief.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau