KOMPAS.com – Sinar Mas Land meluncurkan produk komersial terbarunya, Wander Alley, yang berlokasi di kawasan transit-oriented development (TOD) intermoda, BSD City, Tangerang, Rabu (18/9/2025).
Prosesi groundbreaking Wander Alley dilakukan secara simbolis dengan penekanan tombol sirine oleh CEO Project Support ang Services Sinar Mas Land Harry Ramaputra, Managing Director Business Development Sinar Mas Land Perry P Handjaya, dan Vice President of Business Development Retail Sinar Mas Land Razna Adella.
Kemudian, Vice President Finance Commercial BSD Sinar Mas Land Dhany Herlambang dan Vice President Commercial BSD Sinar Mas Land Surianto Chandra.
Dibangun di atas lahan seluas 1,7 hektare, Wander Alley merupakan katalis dari pengembangan kawasan TOD Intermoda BSD City yang memiliki total keseluruhan lahan seluas 25 hektare.
Area komersial tersebut menyasar para commuters, transit user, komunitas, dan masyarakat di BSD City dan sekitarnya. Proyek ini ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada kuartal-IV 2026.
Terinspirasi dari ikon jalanan di Jepang dan Korea, Wander Alley menghadirkan konsep ruang indoor dan outdoor yang menghadirkan berbagai fasilitas, mulai dari area makan tenant F&B, gerai cepat saji (grab&go), playground, hingga communal event space.
Wander Alley hadir seiring dengan meningkatnya popularitas ritel alfresco atau ritel ruang terbuka di Jakarta.
Berdasarkan data Knight Frank Indonesia (2024), dalam tiga tahun terakhir telah dibangun 13 mal atau ritel dengan konsep alfresco di Ibu Kota. Data ini menunjukkan tren positif terhadap konsep ritel terbuka pascapandemi Covid-19.
Alhasil, perubahan perilaku masyarakat yang kini lebih memilih aktivitas di luar ruangan menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya permintaan akan ruang usaha yang adaptif terhadap gaya hidup urban.
Oleh karena itu, menyikapi fenomena tersebut, Wander Alley dirancang untuk memenuhi kebutuhan ruang usaha yang menyatu dengan alam dan mendukung gaya hidup masyarakat perkotaan.
Pada tahap pertama, Sinar Mas Land akan mengembangkan ritel alfresco sebanyak 39 unit dengan berbagai tipe ukuran, mulai dari 30 m persegi hingga 1.000 m persen. Semuanya cocok untuk berbagai jenis usaha seperti restoran, bakery, kafe, dan bisnis lainnya.
Untuk BSD City, kawasan ini merupakan simpul utama bagi mobilitas perkotaan, menyatukan terminal bus, stasiun KRL commuter line, serta zona komersial dan kuliner.
Menurut data terbaru, jumlah penumpang di Terminal Bus dan Stasiun Cisauk pada kuartal pertama 2025 tercatat sebanyak 582.622 penumpang.
Angka itu meningkat sekitar 39,71 persen dibandingkan dengan jumlah penumpang pada kuartal pertama 2024 yang mencapai 431.088 penumpang. Kenaikan ini menegaskan pentingnya kawasan TOD sebagai pusat mobilitas urban yang semakin vital.
Perry mengatakan, Wander Alley dihadirkan sebagai ritel alfresco sekaligus urban hangout place yang terintegrasi dengan jaringan transportasi publik, mulai dari Stasiun KRL Commuter Line Cisauk hingga terminal bus BSD Link.
Nantinya, kawasan itu tidak hanya berfungsi sebagai titik transit, tetapi juga menjadi destinasi hangout yang menawarkan beragam pengalaman, mulai dari kuliner, olahraga, hingga hiburan keluarga dalam satu lokasi.
Tak hanya itu, sebagai urban hangout place, produk komersial tersebut juga hadir di tengah kawasan residensial padat penduduk BSD City yangdikelilingi pusat perkantoran, bisnis, hingga fasilitas pendidikan ataupun rekreasi.
Wander Alley juga disiapkan untuk mendukung pengembangan proyek rekreasi berskala besar di BSD City.
Wander Alley hadir sebagai ritel alfresco sekaligus urban hangout place yang terintegrasi dengan jaringan transportasi publik.Salah satunya BSD Secret Zoo, yaitu taman wisata modern hasil kolaborasi Sinar Mas Land dengan Jawa Timur Park Group yang mengusung konsep Urban Zoo Safari Adventure dan kini tengah dalam tahap pembangunan.
“Konsep ini sejalan dengan pengembangan TOD Intermoda BSD City yang mana Sinar Mas Land menjadi satu-satunya pengembang yang menghadirkan kawasan terpadu dengan fungsi hunian, komersial, dan ruang publik dalam satu radius yang dapat diakses dengan berjalan kaki dari pusat transportasi massal,” ujar Perry dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (18/9/2025).
Terkait lokasi, Wander Alley berlokasi strategis di jantung BSD City yang terintegrasi dengan berbagai jaringan tol utama.
Tol itu, di antaranya adalah Tol Serpong-Balaraja (Serbaraja) Seksi 1A dan 1B, Tol Jakarta-Serpong yang terhubung dengan Tol JORR 1, serta Tol JORR 2 (Bandara Soekarno Hatta-Kunciran-Serpong-Cinere-Cimanggis-Cibitung-Cilincing). Kemudian, Tol Japek dan Tol Jagorawi juga memberikan kemudahan akses menuju kawasan ini.
Mobilitas dari dan ke Wander Alley sendiri didukung oleh berbagai transportasi publik, mulai dari bus BSD Link, feeder bus BSD City, hingga KRL Commuter Line melalui Stasiun Cisauk yang terletak di kawasan Intermoda BSD City.