Advertorial

1.300 Tenaga Kerja Terlatih Asal Jabar Resmi Berangkat ke Jepang

Kompas.com - 22/09/2025, 16:20 WIB

KOMPAS.com - Sebanyak 1.300 peserta program Magang Jepang Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sending Organization (SO) asal Jawa Barat (Jabar) resmi berangkat ke Jepang dari Kota Bandung, Sabtu (20/9/2025).

Keberangkatan mereka turut didampingi Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dan Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman.

“Siang ini kami bersama Pak Menteri baru saja melepas 1.300 peserta pemagangan ke Jepang. Ini adalah sinergi luar biasa antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Pemerinta Provinsi (Pemprov) Jabar, 27 kabupaten/kota, LPK SO, dan AP2LN,” ujar Herman dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (22/9/2025).

Herman menambahkan, program pemagangan diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong peningkatan kualitas manusia di Jabar.

Sebab, melalui program tersebut, generasi muda didorong untuk mengembangkan keterampilan, memperoleh pengalaman internasional, serta memperkuat daya saing agar siap berkontribusi di dunia kerja global.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri menargetkan sedikitnya 30 persen dari total peserta program pemagangan berasal dari Tanah Pasundan.

“Sisanya akan menyusul. Persiapkan diri dengan baik agar kesempatan ini bisa dimanfaatkan,” kata Herman.

Herman saat melepas 1.300 Peserta Magang Jepang LPK SO Anggota AP2LN DPW II Jabar. Dok. Diskominfo Jabar Herman saat melepas 1.300 Peserta Magang Jepang LPK SO Anggota AP2LN DPW II Jabar.

Sementara itu, Yassierli menjelaskan bahwa peluang pemagangan ke Jepang setiap tahunnya mencapai 20.000 hingga 30.000 orang.

“Pesan saya satu, kalau ingin magang ke luar negeri, syarat pertamanya adalah (memahami) bahasa (di negara tujuan). Jadi, mulai dari sekarang siapkan bahasa. Semoga adik-adik semua mendapatkan kesempatan yang sama,” jelas Yassierli.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau