Advertorial

Perkuat Kolaborasi untuk Ekosistem Perumahan, Bank bjb Dukung Program Imah Merenah Hirup Tumaninah

Kompas.com - 22/09/2025, 17:29 WIB

KOMPAS.com - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau bank bjb mendukung penuh program Imah Merenah Hirup Tumaninah yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) di Sabuga Institut Teknologi Bandung (ITB), Kota Bandung, Kamis (18/9/2025).

Program tersebut diluncurkan untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan rumah.

Dukungan tersebut menjadi bukti komitmen berkelanjutan bank bjb dalam memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan yang inklusif serta mendorong kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.

Sebagai informasi, peluncuran program Imah Merenah Hirup Tumaninah dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari.

Selanjutnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan, dan perwakilan Kementerian Koordinator Perekonomian serta Bupati dan Wali Kota se-Jawa Barat.

Dari bank bjb, hadir jajaran direksi, termasuk Direktur Utama bank bjb, Yusuf Saadudin Direktur Korporasi dan UMKM bank bjb Mulyana, Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb Nunung Suhartini, serta CEO Regional dan pemimpin cabang se-Jawa Barat.

Yusuf mengatakan, dukungan pada program tersebut merupakan langkah nyata bank bjb dalam mengakselerasi penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat.

Sebagai bank yang berakar di Jabar, bank bjb memiliki kepedulian kuat untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyalurkan pembiayaan, termasuk melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

“Kami menyambut baik inisiasi Pemprov Jabar untuk menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi warganya. bank bjb siap mendukung penuh dengan menjadi mitra strategis dalam penyaluran kredit perumahan. Kami yakin, dengan sinergi yang kuat dapat membantu lebih banyak masyarakat di Jabar memiliki rumah impian mereka," ujar Yusuf dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (22/9/2025).

Untuk diketahui, hingga Jumat (22/8/2025), realisasi FLPP secara nasional telah mencapai 178.060 unit rumah atau sekitar 50.87 persen dari target 350.000 unit tahun ini.

Dari jumlah tersebut, bank bjb bersama bjb syariah telah menyalurkan 5.049 unit rumah dari total alokasi 10.000 unit atau sekitar 50.49 persen dari porsi yang ditargetkan.

Tidak berhenti di sana, sejak 2016 hingga pertengahan 2025, bank bjb telah menyalurkan 38.878 unit rumah FLPP.

Rekam jejak panjang tersebut menunjukkan konsistensi bank bjb dalam mendukung agenda nasional perumahan rakyat.

Capaian itu juga menegaskan posisi bank bjb sebagai salah satu penyalur aktif FLPP di Indonesia.

Dengan capaian tersebut, bank bjb tak hanya mendukung target nasional tiga juta rumah, tetapi juga menunjukkan kontribusi riil terhadap pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat berpenghasilan rendah.

Jabar sendiri mencatatkan realisasi FLPP tertinggi secara nasional. Dari alokasi 23.000 unit rumah, sudah terealisasi sebanyak 36.546 unit rumah.

Hal tersebut menjadikan provinsi Jabar sebagai motor utama dalam pencapaian program rumah subsidi dengan bank bjb memegang peran penting di dalamnya.

Dalam program Imah Merenah Hirup Tumaninah, bank bjb tidak hanya menyiapkan skema pembiayaan rumah dengan bunga terjangkau, tetapi juga akan memperluas akses melalui kredit program perumahan (KPP).

Fasilitas itu ditujukan bagi pelaku usaha di bidang properti dan pembangunan, seperti pengembang, toko bangunan, dan pengusaha lainnya.

Kemudahan lain juga tersedia melalui program FLPP, seperti uang muka 1 persen, bunga tetap 5 persen selama 20 tahun, serta bebas PPN, PBG, dan BPHTB. Skema ini dirancang agar lebih inklusif sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat menjangkau rumah subsidi.

Partisipasi bank bjb dalam program tersebut menjadi bukti nyata semangat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan asosiasi pengembang.

Sinergi itu diharapkan mampu menciptakan ekosistem perumahan yang berkelanjutan, baik dari sisi penyediaan rumah maupun dampak ekonomi.

Dampak berganda dari program perumahan juga signifikan. Selain memberi kesempatan masyarakat memiliki rumah, sektor konstruksi bergerak, lapangan kerja baru terbuka, dan industri pendukung ikut berkembang. Efek domino ini dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.

Lebih dari sekadar penyedia pembiayaan, bank bjb memandang rumah sebagai fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Hunian yang layak akan menciptakan rasa aman, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing keluarga di tengah dinamika ekonomi.

Maka dari itu, program Imah Merenah Hirup Tumaninah sejalan dengan agenda pembangunan Jabar yang mengedepankan kesejahteraan sosial.

Dengan dukungan bank bjb, akses masyarakat Jabar terhadap rumah layak kian nyata. Ini menjadikan perumahan sebagai instrumen pemerataan sosial.

Selain itu, bank bjb juga memastikan sinergi akan terus diperkuat, baik dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi pengembang, maupun lembaga lain.

Ke depan, bank bjb berkomitmen memperluas kontribusi dalam mendukung pencapaian target pembangunan perumahan nasional. Dengan pengalaman panjang, kinerja nyata, dan dukungan pemerintah, bank bjb siap menjadi motor penggerak pembangunan daerah sekaligus memastikan masyarakat Jabar semakin mudah memiliki hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau