KOMPAS.com - Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia.
Selama ini, banyak orang mengira penyakit jantung hanya dipengaruhi oleh gaya hidup. Padahal, faktor keturunan juga berperan besar dalam menentukan risiko seseorang. Lalu, seberapa besar pengaruh genetik terhadap kesehatan jantung?
Sejumlah kondisi medis memang bisa diwariskan dari orangtua kepada anak. Jika ayah, ibu, atau saudara kandung memiliki riwayat penyakit jantung, maka risiko Anda mengalami hal serupa secara otomatis lebih tinggi ketimbang orang tanpa riwayat keluarga.
Baca juga: Mayapada Hospital Sediakan Pemeriksaan Nyeri Dada Gratis Jika Bukan Karena Jantung.
Beberapa aspek kesehatan jantung terbukti dipengaruhi gen keluarga. Misalnya, kondisi bawaan, seperti familial hypercholesterolemia yang menyebabkan kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, gangguan irama jantung (aritmia), serta kelainan struktural jantung.
Karena itu, memahami riwayat kesehatan keluarga menjadi langkah penting dalam upaya menjaga jantung tetap sehat.
Meski begitu, faktor genetik bukanlah satu-satunya pemicu. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Jantung Intervensi Mayapada Hospital Kuningan dr Amir Aziz Alkatiri, SpJP(K), FIHA, FAsCC, FSCAI, menegaskan bahwa gaya hidup tetap menjadi penentu utama.
Baca juga: Jangan Anggap Remeh Nyeri Dada, Segera Pastikan Penyebabnya di Chest Pain Unit Mayapada.
Menurutnya, memiliki orangtua dengan penyakit jantung memang bisa meningkatkan risiko. Namun, bukan berarti setiap orang dengan riwayat keluarga pasti akan mengalaminya.
“Kebiasaan dan pola hidup sehari-hari justru menjadi faktor utama yang menentukan,” jelas dr Amir dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (23/9/2025).
Dengan kata lain, risiko penyakit jantung bisa diwariskan, tetapi bukan satu-satunya pemicu. Anda tetap bisa menjaga kesehatan jantung dengan pola hidup sehat, serta pemeriksaan rutin. Salah satu layanan yang bisa dimanfaatkan adalah Chest Pain Unit Mayapada Hospital.
Baca juga: Nyeri Dada Serangan Jantung atau Hanya Sekadar Nyeri? Cek Gratis di Sini!
Layanan tersebut dirancang khusus untuk mendeteksi penyebab nyeri dada secara cepat dan akurat. Menariknya, layanan ini diberikan gratis apabila setelah evaluasi awal tidak ditemukan tanda gangguan jantung.
Sementara itu, pasien yang terindikasi memiliki masalah jantung akan langsung mendapat rujukan ke dokter spesialis atau subspesialis untuk penanganan lebih lanjut sesuai protokol medis.
Jika gejala mengarah pada serangan jantung, tim Cardiac Emergency Mayapada Hospital 24 Jam siap melakukan tindakan Primary PCI dengan standar door-to-balloon di bawah 90 menit. Ini merupakan standar emas penyelamatan nyawa pada kasus serangan jantung akut.
Selain itu, Cardiovascular Center Mayapada Hospital menghadirkan layanan komprehensif berstandar internasional, mulai dari pencegahan, deteksi dini, diagnosis, intervensi jantung, bedah jantung, hingga rehabilitasi. Seluruh layanan ditangani tim dokter multidisiplin berpengalaman dan didukung teknologi medis terkini.
Untuk melakukan booking skrining jantung, masyarakat dapat menghubungi call center 150770 atau melalui aplikasi MyCare.
Aplikasi tersebut juga menyediakan fitur Health Articles & Tips berisi informasi seputar kesehatan jantung serta Personal Health yang terhubung dengan Health Access dan Google Fit. Melalui fitur ini, pengguna bisa memantau langkah harian, kalori, detak jantung, hingga BMI.
Unduh aplikasi MyCare sekarang dan dapatkan poin reward berupa potongan harga untuk berbagai jenis pemeriksaan di seluruh unit Mayapada Hospital.