Advertorial

Jawab Kebutuhan Talenta Digital untuk Indonesia Emas 2045, Monash University Buka Program Sarjana Pertama di Indonesia

Kompas.com - 24/09/2025, 10:05 WIB

KOMPAS.com — Indonesia tengah memasuki fase penting dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, pemerintah menempatkan penguatan pendidikan tinggi sebagai prioritas nasional 2025 untuk menghasilkan lulusan siap kerja dan sekaligus mendorong inovasi.

Pada saat yang sama, kebutuhan tenaga profesional di bidang teknologi melonjak. Pada 2021, kebutuhan tenaga kerja di sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mencapai 1,08 juta orang. Angka ini diperkirakan naik hampir dua kali lipat pada 2025. Dorongan atas ketersediaan talenta digital berkualitas pun kian mendesak.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Monash University Indonesia mengumumkan peluncuran program sarjana pertamanya di Tanah Air. Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses terhadap pendidikan berkelas dunia dan sekaligus mempersiapkan generasi inovator serta pemimpin baru untuk berkontribusi pada masa depan Indonesia serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Sejak menerima angkatan perdana mahasiswa pascasarjana pada 2021, Monash University Indonesia telah berkembang pesat menaungi lebih dari 700 mahasiswa.

Peluncuran program sarjana pada 2026 menandai sejarah baru Monash University Indonesia. Kampus ini membuka akses pendidikan global dan berbasis lokal bagi lulusan SMA/SMK di Indonesia untuk pertama kalinya.

Vice Chancellor and President Monash University Profesor Sharon Pickering menegaskan bahwa pembukaan program sarjana di kampus Monash University Indonesia akan memperluas akses pendidikan berkelas dunia dan jejaring global Monash kepada generasi muda.

 “Pendidikan sarjana memberi kesempatan bagi anak muda untuk mengubah hidup pada masa yang penting dalam perjalanan mereka. Ini adalah saat untuk membekali diri dengan kemampuan memahami dunia dan menghadapi tantangannya dengan penuh percaya diri,” ujar Profesor Sharon dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (22/9/2025).

Ia menjelaskan, sebagai kampus yang menempati peringkat 50 besar dunia versi QS World University Rankings 2025, Monash University telah menjalin hubungan yang panjang dan berharga dengan Indonesia.

Sebagai universitas berskala internasional, lanjutnya, Monash University berada pada posisi yang unik untuk mempersiapkan mahasiswa agar mampu memimpin dan berkontribusi bagi komunitas di seluruh Indonesia, kawasan Indo-Pasifik, dan dunia.

“Kami bangga dapat memperkuat komitmen terhadap masa depan Indonesia. Salah satunya dengan menawarkan program sarjana yang diselenggarakan dengan standar akademik terbaik, dukungan komprehensif, pengalaman belajar yang mendalam, serta etos pengabdian yang menjadi ciri khas Monash,” tuturnya.

Tiga program baru Monash University Indonesia

Monash University Indonesia membuka tiga program sarjana yang dirancang untuk membekali lulusan yang siap berkembang di ekonomi digital Indonesia, industri kreatif, dan bisnis global.

Pertama, Bachelor of Information Technology (Software Development). Program studi (prodi) ini dirancang untuk menghasilkan profesional dalam bidang TIK yang unggul dan mampu mengatasi tantangan teknologi yang kompleks di berbagai industri.

Program itu menawarkan kurikulum luas yang mencakup dasar-dasar pemrograman serta sejumlah topik penting, seperti pengembangan perangkat lunak, database, jaringan dan keamanan, serta project management TIK.

Kedua, Bachelor of Digital Business. Prodi ini menggabungkan strategi bisnis dan teknologi digital untuk mencetak wirausahawan serta inovator korporat untuk menggerakkan perekonomian digital Indonesia.

Ketiga, Bachelor of Design. Program yang berlangsung di Jakarta dan Melbourne ini mengintegrasikan pendidikan desain yang berpusat pada manusia (human-centred design) dengan teknologi untuk menciptakan solusi kreatif bagi ruang fisik dan digital.

Menariknya, mahasiswa program sarjana Monash University Indonesia dapat menyelesaikan studi di Jakarta atau mengambil satu tahun studi di salah satu kampus Monash di luar negeri untuk memperluas wawasan internasional.

Pengalaman belajar itu diperkuat Monash Innovation Guarantee. Konsep ini menghubungkan pembelajaran mahasiswa antara di kelas dan industri nyata, pengembangan keterampilan praktis, dan jejaring global untuk memperkuat daya saing mereka di dunia kerja.

Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya mendapatkan gelar, tetapi juga dapat membangun koneksi global, menjalin kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang karier tanpa batas.

Momentum penting bagi bangsa

Pro Vice-Chancellor and President Monash University Indonesia Profesor Matthew Nicholson mengatakan bahwa seluruh program sarjana itu hadir pada momentum yang penting bagi Indonesia.

“Dengan memanfaatkan reputasi Monash sebagai salah satu dari 50 universitas terbaik dunia untuk memberdayakan generasi pemimpin berikutnya, sejak 2021, Monash University Indonesia telah menjadi bagian dari perjalanan bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Profesor Matthew.

Dengan menghubungkan aspirasi Indonesia dan jangkauan jaringan global Monash, pihaknya membuka jalur bagi mahasiswa, staf, alumni, dan mitra untuk menciptakan dampak yang menjangkau jauh melampaui lingkungan kampus.

“Gelar sarjana Monash membekali mahasiswa dengan pengetahuan, kreativitas, dan wawasan global yang mereka butuhkan untuk membentuk masa depan Indonesia serta berkontribusi pada solusi yang membawa manfaat bagi dunia,” katanya.

Berlokasi di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Banten, kampus Monash University Indonesia menjadi simpul kolaborasi riset, pengembangan profesional, dan kemitraan komersial.

Peluncuran tiga program sarjana tersebut pun hadir untuk melengkapi program jenjang magister dan doktor yang sudah berjalan sejak 2021.

Pendaftaran untuk tiga program sarjana baru tersebut telah dibuka untuk perkuliahan Juli 2026. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, silakan kunjungi tautan ini.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau