Advertorial

Jangan Sampai Kena Tipu, Begini Tip Aman Pakai GoPay

Kompas.com - 24/09/2025, 13:26 WIB

KOMPAS.com – Saat ini, GoPay menjadi salah satu dompet digital yang paling banyak digunakan masyarakat untuk bertransaksi.

Dompet digital tersebut kerap digunakan untuk membayar transportasi online, berbelanja di minimarket, membeli pulsa, hingga transfer uang ke sesama pengguna GoPay atau rekening bank.

Namun, di balik kemudahan tersebut, potensi penipuan digital juga perlu diwaspadai. Pasalnya, akun GoPay bisa saja menjadi sasaran pelaku kejahatan apabila penggunanya lengah.

Agar terhindari dari hal itu, berikut adalah beberapa langkah yang perlu dilakukan demi menjaga keamanan akun GoPay.

  1. Jaga kerahasiaan PIN dan OTP

Personal identification number (PIN) GoPay ibarat kunci rumah yang tidak boleh dibagikan kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas Gojek atau GoPay.

Hal yang sama juga berlaku untuk kode one time password (OTP) yang biasanya muncul saat ada upaya login. Jika kedua data ini bocor, akun Anda berisiko diambil alih penipu.

  1. Gunakan fitur keamanan tambahan

Untuk menjaga keamanan akun, GoPay telah menyediakan sejumlah fitur perlindungan. Salah satunya terkait aktivasi PIN saat bertransaksi.

Pengguna disarankan mengaktifkan PIN pada setiap transaksi sehingga akun tidak bisa digunakan tanpa izin.

Selain itu, verifikasi biometrik, seperti sidik jari atau face ID, juga bisa dimanfaatkan agar hanya pemilik sah yang dapat mengakses akun.

  1. Waspadai berbagai modus penipuan

Seiring perkembangan teknologi, modus penipuan digital juga semakin beragam. Salah satu yang kerap ditemui adalah pelaku yang berpura-pura atau mengaku sebagai petugas layanan pelanggan atau customer service (CS) melalui akun media sosial palsu.

Mereka biasanya memanfaatkan kelengahan atau kepanikan pengguna saat menghadapi kendala transaksi. Kemudian, pelaku akan meminta sejumlah data pribadi dengan dalih untuk membantu pemulihan masalah.

Padahal, GoPay tidak pernah meminta data pribadi melalui WhatsApp ataupun pesan di media sosial.

Selain CS palsu, marak pula modus penipuan yang menawarkan kartu fisik GoPay dan GoPay Later.

Penawaran semacam itu biasanya disampaikan melalui kanal tidak resmi, seperti media sosial, pesan instan, atau email.

Penipu kerap mengklaim kartu fisik tersebut memiliki berbagai keunggulan tambahan, padahal tujuannya untuk mengambil data pribadi masyarakat.

Head of Corporate Affairs GoPay Audrey Progastama Petriny mengatakan, GoPay memastikan tidak pernah menerbitkan kartu fisik dalam bentuk apa pun.

“Kami mengimbau masyarakat agar waspada dan berhati-hati dan mengabaikan atau langsung menolak dengan tegas apabila ada pihak yang menawarkan kartu fisik dengan mengatasnamakan GoPay serta GoPay Later,” ujar Audrey dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (23/9/2025).

  1. Jaga keamanan smartphone

Selain kerahasiaan data akun, keamanan perangkat yang digunakan juga tak kalah penting untuk dijaga.

Selalu perbarui aplikasi Gojek dan GoPay ke versi terbaru agar mendapatkan sistem keamanan terkini.

Hindari menggunakan Wi-Fi publik yang tidak aman dan aktifkan kunci ponsel dengan password atau biometrik.

  1. Rutin periksa riwayat transaksi

Kewaspadaan juga perlu diterapkan dalam memantau aktivitas keuangan. Periksalah secara berkala riwayat transaksi di aplikasi.

Jika menemukan aktivitas mencurigakan, segera laporkan melalui fitur Bantuan GoPay.

  1. Hubungi GoPay melalui jalur resmi

Saat mengalami kendala, pastikan mencari bantuan di kanal resmi. Kanal resmi @gopayindonesia di instagram maupun twitter. Jangan sembarangan mencari nomor layanan pelanggan di internet karena banyak akun palsu yang mengatasnamakan GoPay.

Gunakan halaman Bantuan yang tersedia di pojok kanan atas aplikasi GoPay untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Dengan memperhatikan langkah-langkah tersebut, akun GoPay akan lebih terlindungi sehingga pengalaman bertransaksi tetap aman dan nyaman.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau