Advertorial

Bagaimana PLTS Mendukung Strategi ESG Perusahaan dan Menarik Investor

Kompas.com - 26/09/2025, 08:00 WIB

KOMPAS.com – Saat ini, faktor Environmental, Social, and Governance (ESG) semakin menjadi fokus utama dalam keputusan investasi.

Investor global tidak hanya menilai laporan keuangan, tetapi juga bagaimana perusahaan mengelola dampak lingkungan, kontribusi sosial, serta tata kelola bisnis mereka.

Menurut PwC Global Investor Survey, sebanyak 79 persen investor menganggap faktor ESG sebagai penentu keputusan investasi.

Di Indonesia, tren serupa mulai tampak dengan meningkatnya green financing dan regulasi energi bersih.

Salah satu langkah nyata dalam implementasi ESG adalah penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Sebagai solar developer terkemuka, SUN Energy turut berperan aktif mendukung perusahaan industri dan komersial mengadopsi energi surya sebagai bagian dari strategi keberlanjutan mereka.

PLTS sebagai aksi nyata

Aspek lingkungan menjadi pilar terpenting dalam ESG, dan PLTS berperan sebagai solusi transisi menuju energi bersih.

Berbeda dengan listrik yang bersumber dari energi fosil, energi surya tidak menghasilkan emisi karbon dalam operasionalnya.

Secara umum, setiap 1 megawatt (MW) kapasitas PLTS dapat mengurangi sekitar 1.000 ton karbon dioksida (CO?) per tahun. Angka ini memberikan dasar kuat untuk menunjukkan kontribusi nyata perusahaan terhadap mitigasi perubahan iklim.

Selain dampak positif terhadap lingkungan, aspek finansial juga mendukung adopsi PLTS.

Menurut laporan dari National Renewable Energy Laboratory (NREL), biaya sistem PLTS atap komersial telah turun hingga 69 persen sejak 2010.

Penurunan biaya itu seiring dengan meningkatnya efisiensi panel surya dan perangkat pendukung, menjadikan energi surya sebagai salah satu teknologi energi terbarukan yang paling kompetitif.

Bagi investor, kombinasi antara penurunan biaya dan dampak pengurangan emisi menjadikan PLTS sebagai investasi rendah risiko yang memberikan dampak positif yang signifikan.

Pemberdayaan komunitas dan inklusi energi

Penerapan PLTS juga memiliki dampak sosial yang besar. Proyek energi surya menciptakan lapangan kerja hijau di berbagai sektor, seperti instalasi, konstruksi, dan pemeliharaan.

Setiap proyek besar melibatkan ratusan hingga ribuan tenaga kerja. Bahkan, banyak di antaranya berasal dari masyarakat sekitar lokasi pembangunan.

Dampaknya tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga mengembangkan keterampilan masyarakat dengan pelatihan teknis terkait teknologi energi terbarukan.

Proyek PLTS 1,9 MW SUN Energy di QBIG Mall BSD CityDok. SUN Energy Proyek PLTS 1,9 MW SUN Energy di QBIG Mall BSD City

Dengan mengimplementasikan PLTS, perusahaan dapat menyajikan data konkret mengenai energi terbarukan yang dihasilkan, seberapa besar kebutuhan energi yang dipenuhi dari sumber bersih, serta pengurangan emisi karbon yang tercapai (Dok. SUN Energy)

Di daerah-daerah terpencil, PLTS memberi akses listrik yang sebelumnya tidak tersedia. Akses listrik ini membuka peluang untuk peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, serta tumbuhnya usaha mikro.

Banyak perusahaan juga menjadikan PLTS sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), seperti membangun sistem energi surya untuk sekolah atau fasilitas kesehatan desa.

Dengan demikian, kehadiran PLTS tak hanya mengurangi jejak karbon, tetapi juga meningkatkan kualitas kehidupan sosial.

Transparansi dan peluang akses modal

Tata kelola perusahaan adalah pilar ketiga dalam ESG yang punya peran penting. Penerapan PLTS sering kali menjadi bukti komitmen perusahaan terhadap transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi.

Dengan memasang PLTS, perusahaan dapat menunjukkan data yang jelas tentang jumlah energi terbarukan yang dihasilkan, persentase kebutuhan energi yang dipenuhi dari sumber bersih, serta emisi karbon yang berhasil ditekan.

Data tersebut dapat memperkuat laporan keberlanjutan perusahaan dan meningkatkan kredibilitas di mata investor.

Selain itu, tata kelola yang baik juga membuka peluang untuk akses pembiayaan. Banyak lembaga keuangan kini menerapkan prinsip green financing yang memberikan pinjaman dengan bunga kompetitif kepada proyek-proyek yang ramah lingkungan

Perusahaan yang telah mengadopsi PLTS lebih mudah memenuhi syarat untuk mendapatkan pembiayaan hijau. Dengan begitu, perusahaan memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan perusahaan yang masih bergantung pada energi fosil.

Tren global dan potensi Indonesia

Tren global menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap investasi hijau, yang turut memperkuat posisi PLTS.

Menurut laporan World Economic Forum, investasi global di sektor energi terbarukan meningkat dari 348 miliar dollar AS pada 2020 menjadi 499 miliar dollar AS pada 2022.

Sementara itu, berdasarkan data Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA), Indonesia memerlukan total investasi sebesar 285 miliar dollar AS untuk mencapai target iklim 2030, yang mana sekitar 146 miliar dollar AS di antaranya harus berasal dari sektor swasta.

Angka tersebut menunjukkan peluang besar bagi perusahaan yang siap mengintegrasikan PLTS dalam strategi bisnis mereka.

Di Indonesia sendiri, investasi energi bersih tumbuh pesat. Pada 2023, nilai investasinya mencapai 498 juta dollar AS, meningkat 78 persen dibandingkan tahun sebelumnya

Data tersebut menjadi indikasi bahwa pasar Indonesia bergerak seiring dengan tren global.

Perusahaan yang mampu menunjukkan aksi nyata keberlanjutan, seperti penggunaan PLTS, dinilai akan lebih mudah menarik perhatian investor.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau