Advertorial

Jaga Jantung Sehat, Jangan Sampai Lewatkan Satu Detak

Kompas.com - 29/09/2025, 08:12 WIB

KOMPAS.com – Hari Jantung Sedunia yang diperingati setiap 29 September menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya kesehatan jantung.

Pada 2025, World Heart Federation (WHF) mengangkat tema "Don’t Miss a Beat" atau "Jangan Sampai Terlewat Satu Detak Pun".

Tema itu mendorong masyarakat agar tidak mengabaikan setiap detak jantung mereka, memahami tanda-tanda yang diberikan tubuh, dan mengambil kesempatan untuk melakukan deteksi dini.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Eka Hospital Cibubur dr Zakky Hazami, SpJP-FIHA, menyampaikan bahwa tema "Don’t Miss a Beat" juga menekankan urgensi dari deteksi dini.

Ia menjelaskan, penyakit jantung sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Melalui pemeriksaan kesehatan rutin, faktor risiko atau kondisi awal dapat teridentifikasi sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Lebih lanjut, Zakky mengatakan, ada beberapa langkah deteksi dini yang bisa dilakukan, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, hingga gula darah.

Ia menambahkan, pemeriksaan elektrokardiogram atau EKG juga penting untuk merekam aktivitas listrik jantung guna mendeteksi irama jantung yang tidak normal.

Menjaga kesehatan jantung merupakan investasi jangka panjang. Gaya hidup sehat menjadi kunci utama untuk memastikan jantung berdetak dengan ritme yang stabil.

Zakky merinci, gaya hidup sehat bisa dimulai dengan mengonsumsi makanan kaya serat, buah, sayuran, dan protein tanpa lemak, serta mengurangi asupan garam, gula, dan lemak jenuh. Selain itu, lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, seperti berjalan cepat, bersepeda, atau berenang.

"Mengelola stres dan memastikan istirahat cukup juga tidak kalah penting. Stres kronis dapat meningkatkan tekanan darah, sementara tidur yang berkualitas sangat vital untuk memulihkan fungsi tubuh, termasuk jantung," ujar Zakky dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (26/9/2025).

Menurut Zakky, banyak orang keliru mengira gejala penyakit jantung hanya berupa nyeri dada hebat. Padahal, ada tanda-tanda lain yang sering diabaikan. Misalnya, sesak napas saat melakukan aktivitas ringan, nyeri yang muncul tiba-tiba di lengan, punggung, leher, atau rahang, kelelahan ekstrem meski sudah cukup istirahat, hingga kaki bengkak, atau pusing dan kepala terasa ringan.

Di era modern, teknologi berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung. Perangkat seperti jam tangan pintar telah dilengkapi dengan fitur pemantau detak jantung dan EKG. Ini memungkinkan deteksi dini irama jantung yang tidak normal dan memberikan peringatan agar pengguna segera mencari pertolongan medis.

Di Indonesia, peringatan Hari Jantung Sedunia 2025 dapat menjadi momentum untuk mengajak keluarga atau teman berolahraga bersama. Masyarakat juga bisa mengikuti webinar atau seminar tentang kesehatan jantung, atau melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat.

Jangan lupa bagikan informasi edukatif ini di media sosial dengan tagar #WorldHeartDay #DontMissABeat #HariJantungSedunia untuk meningkatkan kesadaran publik.

"Jangan biarkan satu detak pun terlewat. Jika Anda memiliki faktor risiko atau mengalami gejala yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter ahli," kata Zakky.

Untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung di Eka Hospital Cibubur. Jadwalkan janji temu melalui appointment center di nomor telepon 1-500-129 atau WhatsApp 0889-1500-129.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau