Advertorial

Gandeng BRIN dan Pemerintah, STAR.VISION Buka Era Baru Teknologi Satelit di Indonesia

Kompas.com - 01/10/2025, 10:00 WIB

KOMPAS.com - Perusahaan satelit observasi Bumi berbasis kecerdasan buatan (AI) asal China, STAR.VISION, sukses menarik perhatian publik pada gelaran Fourth Global Digital Trade Expo (GDTE) 2025 di Hangzhou, China, Kamis (25/9/2025) hingga Senin (29/9/2025). Salah satunya dari pemerintah Indonesia.

Pada ajang tersebut, Deputi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Dr Ir Ali Murtopo Simbolon mengunjungi stand STAR.VISION yang memiliki desain futuristik bertema bulan dengan empat replika satelit berukuran 1:1.

STAR.VISION memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi digital Indonesia, khususnya di bidang teknologi antariksa.

Salah satunya melalui inovasi satelit hiperspektral Lampung-1 yang merupakan hasil kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.

Solution Manager STAR.VISION Samuel Kristianto menjelaskan, satelit tersebut dirancang untuk menyediakan analisis mendalam mengenai kondisi lahan, tanaman, dan ekosistem. Teknologi ini diharapkan menjadi kunci untuk memperkuat program ketahanan pangan serta memastikan pengambilan keputusan pemerintah dapat berbasis data yang akurat dan terperinci.

Selain memperkenalkan teknologi terbaru, STAR.VISION juga menandatangani perjanjian implementasi strategis dengan Kepala Pusat Riset Geoinformatika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Muhammad Rokhis Khomarudin.

Penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Pusat Riset Geoinformatika BRIN. DOK. STAR.VISION Penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Pusat Riset Geoinformatika BRIN.

“Kolaborasi tersebut berfokus pada riset bersama dan memaksimalkan pemanfaatan data satelit untuk beragam aplikasi krusial, mulai dari pertanian, pemantauan sumber daya alam, tata kelola perkotaan, hingga analisis lingkungan,” jelas Samuel dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (30/9/2025).

Perjanjian tersebut juga menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat ekosistem riset di Indonesia dan memperluas aplikasi teknologi satelit di Tanah Air.

Luncurkan platform CROP007

Platform CROP007 diluncurkan STAR.VISION pada gelaran GDTE 2025. Platform ini menampilkan proof of concept pemantauan perkebunan singkong di Provinsi Lampung dengan analitik satelit berbasis AI. DOK. STAR.VISION Platform CROP007 diluncurkan STAR.VISION pada gelaran GDTE 2025. Platform ini menampilkan proof of concept pemantauan perkebunan singkong di Provinsi Lampung dengan analitik satelit berbasis AI.

Pada GDTE 2025, STAR.VISION juga meluncurkan CROP007. Platform ini menampilkan proof of concept pemantauan perkebunan singkong di Provinsi Lampung dengan analitik satelit berbasis AI.

“Melalui CROP007, para petani dan pemangku kepentingan bisa menyaksikan bagaimana data satelit dapat membantu mereka menilai kondisi lahan, membuat estimasi produktivitas, dan merencanakan strategi pertanian yang lebih efisien,” jelas Samuel.

Inisiatif tersebut ditujukan untuk memberikan wawasan praktis bagi sektor pertanian dan turut mendukung ketahanan pangan nasional.

“Serangkaian inisiatif tersebut menunjukkan komitmen serius STAR.VISION untuk menjadi mitra strategis jangka panjang bagi Indonesia,” terangnya.

Selain sektor pertanian, perusahaan juga memiliki fokus pada pengelolaan ekologi, keberlanjutan lingkungan, serta pengembangan inisiatif blue carbon.

Kehadiran STAR.VISION di Indonesia membuka peluang lebih luas bagi pemanfaatan teknologi satelit dalam pembangunan berkelanjutan.

Platform CROP007 yang kini sudah dapat diakses publik menjadi contoh nyata bahwa teknologi antariksa bisa memberikan manfaat langsung di Bumi, khususnya bagi petani dan seluruh ekosistem pangan di Indonesia.

Anda bisa mencoba langsung platform CROP007 dengan mengunjungi laman http://crop007.space.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau