Advertorial

Berpotensi Membahayakan, Walkot Bogor Dedie Rachim Soroti Pohon Karet Kebo Berusia 70 Tahun

Kompas.com - 01/10/2025, 20:46 WIB

KOMPAS.com – Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meninjau kondisi pohon karet kebo berusia lebih dari 70 tahun yang berada di area pintu keluar pagar Balai Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/10/2025).

Dari hasil pemantauan, kondisi pohon tersebut tampak memprihatinkan. Sejumlah akar sudah terlihat keropos, kopong, dan mati.

“Melihat kondisi (pohon) saat ini, tentu berpotensi membahayakan pengguna jalan,” kata Dedie sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu.

Dedie menuturkan, pihaknya telah meminta Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor untuk melakukan pemangkasan guna mengurangi beban pohon.

Pemangkasan dilakukan sambil menilai lebih lanjut apakah pohon itu masih bisa dipertahankan atau harus ditebang total.

“Dari berbagai masukan dan pemberitaan selama ini memang ada dorongan untuk penebangan total karena akarnya sudah ada yang membusuk dan keropos,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Disperumkim Kota Bogor Chusnul Rozaqi mengatakan pihaknya sudah melakukan pemangkasan bagian atas pohon secara bertahap sesuai arahan Wali Kota Bogor. Langkah ini ditempuh untuk mencegah potensi bahaya bagi pengguna jalan.

“Pemangkasan dilakukan karena bagian atas pohon juga sangat mudah patah. Di bagian bawah, akarnya sudah mulai memutih dan kosong atau growong,” kata Chusnul.

Ia berharap, dengan pemangkasan bertahap, beban pohon akan semakin berkurang sehingga tidak membahayakan pengendara.

Chusnul menambahkan, berdasarkan KTP Pohon, pohon karet kebo tersebut sudah berstatus merah. Untuk itu, Disperumkim akan memantau kondisi pohon hingga ada keputusan lebih lanjut. Apabila nantinya pohon itu ditebang total, area tersebut akan dimanfaatkan sebagai taman mini.

“Karena pohon ini besar dan tinggi, pemangkasan dilakukan secara bertahap. Prosesnya juga dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu pengguna jalan,” imbuh dia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau