TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com – Sebanyak 1.383 wisudawan Universitas Terbuka (UT) Jakarta resmi dikukuhkan dalam wisuda periode kedua Tahun 2025 yang digelar di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Minggu (28/9/2025).
Acara wisuda yang digelar tersebut kembali menegaskan posisi UT sebagai pelopor kuliah online fleksibel di Indonesia. Bagi ribuan mahasiswa, UT bukan hanya kampus, tetapi solusi nyata untuk meraih pendidikan tinggi tanpa meninggalkan pekerjaan maupun tanggung jawab keluarga.
Direktur UT Jakarta, Ir Edward Zubir, MM, menekankan bahwa keberhasilan wisuda ini adalah buah dari sistem pembelajaran jarak jauh yang dirancang adaptif.
“Para lulusan membuktikan bahwa kuliah dan bekerja bisa berjalan beriringan. Mereka bukan hanya meraih gelar akademik, tetapi juga keterampilan manajemen waktu, disiplin, dan kemandirian yang sangat dibutuhkan di era kompetitif ini,” ujar Edward.
Dalam wisuda kali ini, empat lulusan terbaik mendapat penghargaan atas prestasi gemilang. Mereka adalah Arsita Nurfauziah (Sistem Informasi, IPK 3,91), Luluk Munazilah (PGPAUD, IPK 3,87), Siti Rahmah Yanti (Akuntansi Keuangan Publik, IPK 3,73), dan Keisha Huwaida (Ilmu Hukum, IPK 3,72). Keempatnya menjadi simbol nyata bahwa sistem kuliah fleksibel UT tetap mampu menghasilkan lulusan berkualitas tinggi.
Acara wisuda bertema “Transformasi Pendidikan Tinggi Masa Depan: Strategi Inovasi dan Adaptasi untuk Mencetak SDM Unggul dalam Upaya Menghasilkan Lulusan yang Kompetitif dan Berdampak” ini dibuka oleh Wakil Rektor UT Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan, Prof Dr Paken Pandiangan, SSi, MSi.
Ia menegaskan bahwa sistem pendidikan jarak jauh yang diterapkan UT tidak hanya soal teknologi, melainkan juga pembentukan karakter.
“Lulusan UT ditempa untuk mandiri, adaptif, dan inovatif. Itu adalah bekal penting menghadapi persaingan global,” tegasnya.
Menurutnya, proses belajar mandiri di UT justru membentuk soft skill yang jarang ditemui di kampus konvensional, seperti ketangguhan, daya juang, dan kedisiplinan.
Prof Paken mengingatkan bahwa momen wisuda hanyalah awal dari perjalanan seorang lulusan perguruan tinggi.
“Acara wisuda ini merupakan pintu gerbang bagi para wisudawan untuk melangkah lebih jauh dalam mencapai kesuksesan yang didambakan,” katanya.
Terlebih perkuliahan yang fleksibel memungkinkan bagi mahasiswa UT sebelum lulus sudah berkarier, sehingga dominannya mahasiswa UT menjalankan kuliah dan juga sambil bekerja. Jadi ketika sudah lulus tidak lagi hanya sibuk cari kerja, namun lebih kearah peningkatan karier masa depan.
Ia juga memberi tiga pesan penting kepada para lulusan: menjaga nama baik UT, terus belajar dan berinovasi, serta selalu berterima kasih kepada pihak yang mendukung perjalanan pendidikan mereka.
Edward Zubir menambahkan, UT Jakarta secara konsisten memberikan dukungan pembelajaran, mulai dari Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ), sistem tutorial online, hingga pengingat batas waktu tugas dan ujian. Semua langkah ini dirancang untuk memastikan mahasiswa lulus tepat waktu tanpa mengorbankan karier.
Total, ada 1.383 wisudawan dan wisudawati program Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana dari berbagai jurusan yang mengikuti wisuda periode kedua Tahun 2025 UT Jakarta, Minggu (28/9/2025).
“Wisudawan UT tidak hanya membawa ijazah, tapi juga keterampilan relevan untuk meningkatkan karier sekaligus berkontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Acara ini juga menjadi bukti konsistensi UT sebagai Mega University dengan lulusan terbanyak di Indonesia. Hingga kini, UT telah melahirkan lebih dari 2 juta alumni, sebuah capaian yang mengantarkan UT meraih rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai perguruan tinggi dengan lulusan terbanyak di tanah air.
Keberhasilan UT Jakarta mencetak ribuan lulusan tiap tahun meneguhkan misi UT: menghadirkan pendidikan tinggi yang terbuka, fleksibel, berkualitas, dan setara untuk semua lapisan masyarakat.