Advertorial

Sukses Digelar, ERIC 2025 Jadi Wadah Inovasi, Kolaborasi, dan Kreasi Generasi Muda di Asia Tenggara

Kompas.com - 06/10/2025, 10:46 WIB

KOMPAS.com - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sukses menyelenggarakan Electronics Robotics Innovation Competition (ERIC) 2025 di Kampus A Universitas Negeri Jakarta, Rabu (24/9/2025) hingga Kamis (25/9/2025).

Ajang bertema “Challenge the Limit, Innovate the Future” itu menyajikan beragam kategori lomba robotika, yakni Line Follower Micro, Sumobot, Mini Soccerbot, Programmable Logic Controller, Research Innovation Challenge, serta Creative Innovation.

Ajang bergengsi tersebut diikuti 319 tim peserta yang beradu inovasi di bidang robotika dan teknologi. Rinciannya adalah 12 tim dari Malaysia, tiga tim dari Filipina, dua tim dari Vietnam, serta masing-masing satu tim dari Mauritius dan Taiwan.

Ketua Pelaksana ERIC 2025 Chairul Shandy menuturkan, ERIC 2025 merupakan wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan, serta inovasi di bidang teknologi dan robotika.

Lebih dari sekadar perlombaan, ajang tersebut hadir sebagai platform bertaraf nasional dan internasional yang memungkinkan peserta membangun jaringan, mempertajam keterampilan, serta berkompetisi dengan tim dari berbagai negara.

“Selain menampilkan kreativitas dan inovasi peserta, saya berharap ERIC 2025 dapat memperkuat kolaborasi internasional dan memberikan kontribusi yang bermakna bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi." ujar Chairul dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (2/10/2025).

Pengalaman mengikuti ERIC 2025 meninggalkan kesan mendalam bagi peserta internasional. Ketua Tim Association of Robotics Intellectuals Striving for Excellence (A.R.I.S.E.) asal Filipina Cydric John V Javier mengaku ajang tersebut sangat menyenangkan. Meskipun timnya sempat terlambat, panitia tetap memberikan kesempatan untuk tampil.

Ia juga mengapresiasi keramahan para relawan yang membuat acara menjadi semakin berkesan.

Menurutnya, hal paling berharga dari kompetisi tersebut bukan piala atau medali, melainkan persahabatan dan koneksi lintas negara.

“Kami bertemu banyak orang luar biasa, mulai dari tim Malaysia, para relawan, hingga pemandu museum. Nilai persahabatan inilah yang membuat ERIC istimewa,” kata Cydric.

Atas pengalaman positif tersebut, Cydric berharap, suatu saat ERIC dapat digelar di Filipina. Dengan begitu, semangat kolaborasi dan kehangatan yang mereka alami di Jakarta dapat dihadirkan kembali di negaranya.

Dukungan penuh dari akademisi dan industri

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Teknik UNJ Prof Dr Neneng Siti Silfi Ambarwati, SSi, Apt, MSi.

Penilaian terhadap karya inovatif di ERIC 2025 melibatkan juri-juri ternama dan ahli di bidangnya, yakni Vocational Training Officer DV48 – Head of Mechatronic Division Japan-Malaysia Technical Institute Ts Irwan Affandi bin Abdul Rahman dan Secretary of the Curriculum Standards and Educational Assessment Agency in Indonesia Dr Muhammad Yusro MPd MT PhD.

Kemudian, dosen Swiss German University sekaligus Fira Standard Technical Expert Dandy Cahyo Purnomo SPd MEng serta Guru Besar Pendidikan Teknik Elektronika UNJ Prof Dr Efri Sandi MT.

Selain itu, ajang tersebut juga melibatkan akademisi UNJ sebagai juri, yaitu Ketua Prodi Pendidikan Teknik Elektronika UNJ Dr Baso Maruddani ST MT, Kepala Lab dan Dosen Prodi Pendidikan Teknik Elektronika UNJ Vina Oktaviani SPdm, Muhammad Wahyu Iqbal SPd MT, Radimas Putra Muhammad Davi Labib ST MT, dan Agam Niazar Dwi Nur Fahmi MT.

Penyelenggaraan ERIC 2025 mendapatkan dukungan penuh dari seluruh sivitas akademika UNJ, termasuk Pioner Club Robotik UNJ Drs Pitoyo Yuliatmojo, MT selaku dosen PTE dan Kepala UPT TIK UNJ, serta pembimbing BEM PTE.

Dukungan juga datang dari berbagai sponsor dan mitra industri, seperti Omron, Pigeon Teens x Kaila, Vmesco, Naraya Hotel Jakarta, Cloud9, Sari Roti, dan Cleo.

Berkat dukungan tersebut, ERIC 2025 tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menyuguhkan Seminar Nasional PLC bersama PT Omron Electronics serta roadshow ke sejumlah sekolah.

Electronics Robotics Innovation Competition 2025. DOK. Istimewa Electronics Robotics Innovation Competition 2025.

Kegiatan tersebut ditutup oleh sambutan dari Dr Baso Maruddani, MT. Ia menyampaikan bahwa selama dua hari penuh, ERIC 2025 telah menjadi miniatur dari makna sejati inovasi.

Ajang tersebut telah memperlihatkan kemampuan maksimal robot dalam pertarungan sumo, menampilkan prototipe kreatif dalam menanggapi tantangan sosial, serta menyajikan ide riset yang berpotensi menjadi terobosan di masa depan.

“Semangat tersebut mencerminkan misi utama ERIC, yakni memberdayakan teknolog muda untuk berpikir melampaui batas, mengubah ide menjadi kenyataan, serta berkontribusi untuk masa depan melalui teknologi elektronika, robotika, dan solusi berkelanjutan,” kata Dr Baso.

Di akhir acara, prosesi penyerahan bendera ERIC kepada calon panitia ERIC 2026 dilangsungkan sebagai bentuk serah terima estafet penyelenggaraan kompetisi. Hal ini menjadi bentuk komitmen untuk terus melanjutkan semangat inovasi di tahun-tahun berikutnya.

ERIC 2025 diharapkan tidak hanya menghasilkan karya yang berhenti pada penilaian juri, tetapi mampu berkembang menjadi solusi nyata untuk masyarakat luas.

Ajang tersebut turut memperkuat peran Asia Tenggara sebagai salah satu pusat kelahiran inovasi teknologi global.

Lebih jauh, ERIC 2025 juga menjadi momentum penting dalam membentuk generasi muda yang siap berkompetisi di kancah internasional.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau