Advertorial

Resmi Dikukuhkan, ICA Madura Jalin Kolaborasi dengan Mi Burung Dara untuk Angkat Potensi Kuliner Lokal

Kompas.com - 06/10/2025, 15:51 WIB

KOMPAS.com - Badan Pengurus Cabang (BPC) Indonesian Chef Association (ICA) Madura yang resmi dibentuk dan dikukuhkan di Ballroom Kaberaz Luxury Hotel, Sumenep, Jawa Timur, Senin (22/9/2025) siap mengangkat potensi kuliner lokal Madura.

Ketua Umum ICA Madura Chef Rully Cahyadi mengatakan, untuk mendukung misi tersebut, ICA Madura menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya PT SUPRAMA, produsen dari Mi Burung Dara, dengan menggelar berbagai kegiatan.

“Bersama Mi Burung Dara, kami berencana menggelar event kuliner dan memberikan pelatihan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar kuliner Madura makin dikenal,” katanya seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (1/10/2025).

Chef Rully menjelaskan, ICA Madura dibentuk untuk mengangkat kembali kuliner khas Madura yang hampir punah. Menurutnya, setiap kuliner tradisional memiliki nilai sejarah yang panjang dan layak dilestarikan. 

Kuliner tradisional, lanjutnya, merupakan bagian dari kekayaan potensi lokal yang menjadi aset tak ternilai. Bersama sumber daya alam, budaya, pertanian, kerajinan tangan, dan sumber daya manusia, kuliner yang dimiliki suatu daerah dan dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya setempat. 

“Kehadiran kuliner juga memberi kontribusi besar bagi perekonomian masyarakat,” tegas Chef Rully.

Ia sendiri mengaku akan lebih fokus dulu di Sumenep, lalu akan makin berkembang ke Pamekasan, Sampang, hingga Bangkalan. 

Chef Rully menegaskan bahwa ICA bukan sekadar organisasi kuliner, melainkan wadah profesional yang memiliki cakupan kerja luas. Sejumlah program kerja sudah disiapkan. Program kerja ICA akan mencakup pelatihan UMKM, pelestarian kuliner daerah, hingga penguatan ekonomi berbasis masyarakat.

Hadir dalam kemasan praktis, empat varian rasa Mi Burung Dara kini tersedia di Alfamidi dan Super Indo sehingga bisa menjadi pilihan konsumen
Dok. Mi Burung Dara Hadir dalam kemasan praktis, empat varian rasa Mi Burung Dara kini tersedia di Alfamidi dan Super Indo sehingga bisa menjadi pilihan konsumen

"Kami ingin kuliner Madura tidak hanya dikenal, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat," tegasnya.

Agar kuliner lokal naik kelas, menurut Chef Rully, pembenahan tidak hanya dilakukan dari sisi rasa dan resep. Pelestarian kuliner khas juga perlu memperhatikan aspek penampilan agar lebih menarik dan bisa diperkenalkan secara luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Kuliner-kuliner yang hampir punah ini perlu kita keluarkan lagi ke permukaan. Namun, tentu juga perlu ditampilkan dengan visual yang menarik, agar bisa diterima secara lebih luas," lanjutnya. 

Chef Rully juga berharap bisa mengangkat destinasi Madura yang belum terjamah dengan melibatkan UMKM dan pemerintah kabupaten setempat untuk meningkatkan infrastruktur dan aksesibilitas, serta untuk menyelenggarakan event dan promosi di pantai yang banyak tersebar di Sumenep.

Brand Ambassador Mi Burung Dara, Chef Elisa, menyambut baik kemitraan yang dibangun dengan ICA Madura. Senada dengan Chef Rully, ia menjelaskan bahwa kuliner lokal menjadi keunikan sebagai aset wisata yang mampu menarik minat wisatawan.

Oleh karena itu, kerja sama kedua belah pihak ini diharapkan bisa menjadi langkah konkret dalam mengenalkan kembali identitas lokal Madura melalui cita rasa.

“Harapan kami, kolaborasi Mi Burung Dara dan ICA (Madura) ini mampu meningkatnya minat wisatawan terhadap kuliner lokal dan Ini tidak hanya meningkatkan pendapatan usaha kecil, tetapi juga mendorong pelestarian resep-resep tradisional terus terjaga dari generasi ke generasi,” jelasnya.

Ke depan, Chef Elisa berharap, kolaborasi ICA Madura dan Mi Burung Dara menjadi tonggak penting dalam melestarikan warisan kuliner lokal dan sekaligus membuka jalan bagi kuliner lokal bisa menjadi daya tarik utama dalam strategi promosi pariwisata global.

Sebagai informasi, pengukuhan BPC ICA Madura ditandai dengan pemukulan wajan oleh Asisten Administrasi Umum Setda Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya dan didampingi Ketua BPD ICA Jawa Timur,Chef Fahriansyah, serta Kepala Disbudporapar Sumenep Muhamad Iksan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau