Advertorial

Kota Kediri Masuk Lima Besar Kota Paling Berkelanjutan di Indonesia Versi UI GreenCity Metric 2025

Kompas.com - 07/10/2025, 16:52 WIB

KOMPAS.com – Kota Kediri berhasil masuk dalam lima besar Kota/Kabupaten Paling Berkelanjutan di Indonesia versi UI GreenCity Metric 2025.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala UI GreenMetric Vishnu Juwono kepada Wali Kota (Walkot) Kediri Vinanda Prameswati di Hotel Mercure, Madiun, Kamis (2/10/2025).

Dalam penghargaan tersebut, Kota Kediri berhasil menempati peringkat kelima dengan total nilai 7.497,5.

Sementara itu, peringkat pertama diraih Kota Surabaya dengan nilai 8.122,5, disusul Kota Madiun (8.112,5), Kota Semarang (7.972,5), dan Kota Medan (7.895).

Pada kesempatan tersebut, Vinanda menyatakan berkomitmen menjadikan Kota Kediri sebagai kota berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Hal itu diwujudkan dengan mengunjungi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri.

“Berkeliling TPA Winongo sangat berkesan. Pengalaman ini sangat berharga dan bermanfaat bagi kami di Kota Kediri. Apalagi, TPA ini jadi percontohan TPA yang baik,” ujar Vinanda dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (7/10/2025).

Wali kota termuda di Indonesia itu menjelaskan, kunjungannya bertujuan mempelajari pengelolaan sampah terpadu di TPA Winongo, mulai dari inovasi, metode, hingga teknologi yang diterapkan.

Ia berharap, pengelolaan secara terpadu di TP Winongo dapat diaplikasikan di Kota Tahu.

“Kami di sini ingin belajar bagaimana pengelolaan sampah di TPA Winongo. Harapannya, kami aplikasikan nanti di Kota Kediri,” ungkapnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau