KOMPAS.com - Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menerima audiensi dari Yayasan Catatan Akhir Sekolah (CAS) di Ruang Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Senin (6/10/2025).
Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Anas S Rasmana, dan Plt Kasat Pol PP Kota Bogor, Rahmat Hidayat.
Pertemuan itu membahas berbagai program CAS, di antaranya mencegah dan menghilangkan aksi tawuran di tingkat pelajar di Bogor Raya.
Dedie Rachim menyambut baik dan mendukung kegiatan yang dilakukan CAS.
"Intinya dari pemerintah mendukung segala bentuk kegiatan positif dalam menumbuhkan nilai-nilai kebaikan, terutama dalam mencegah dan menghilangkan aksi tawuran," ujarnya dalam rilis yang diterima Kompas.vom, Selasa (7/10/2025).
Dalam pertemuan tersebutm CAS menyampaikan bahwa pihaknya akan menyelenggarakan event untuk pelajar se-Bogor raya.
Untuk diketahui, CAS juga bergerak di bidang sosial, pendidikan, olahraga, pembinaan dan kerohanian.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim.Pada kesempatan tersebut, CAS juga menyampaikan agar para pelajar yang mengikuti event atau kegiatan olahraga yang berpotensi mendapat jalur prestasi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi ataupun ke jenjang selanjutnya.
Menanggapi itu, Dedie Rachim memberikan saran dan masukan agar juga CAS melakukan pertemuan dan pembahasan lebih lanjut mengenai teknis dengan dinas terkait.
"Iya misalkan untuk olahraga boxing atau tinju itu bisa masuk cabang olahraga (cabor) atau diawali dengan membuat perkumpulan yang berada di bawah yayasan yang bergerak di bidang olahraga dan sebagainya. Agar langkah yang ditempuh itu linier, sehingga bisa menuju jalur prestasi," ujarnya.
Ketua CAS, Hendrik dan Sekretaris CAS Kaka Yanz menyampaikan terima kasih atas akses serta langkah yang diberikan oleh Dedie Rachim terkait apa yang disampaikan dalam audiensi.
Bidang Kepemudaan dan Olahraga CAS Bob Eko Sukanta, mengatakan bahwa latar belakang keberadaan yayasan juga didasari dari keinginan untuk memutus mata rantai atau mencegah dan menghilangkan aksi tawuran pelajar di Bogor Raya dengan visi memanusiakan manusia.
Dalam pertemuan tersebut, Bob menyampaikan bahwa Yayasan CAS dan juga Ikatan Alumni STM se-Bogor beraudiensi untuk membuat event "Gladiator Bogor Arena" yang akan dilaksanakan pada akhir Oktober 2025, yakni Combat Kompetisi.
Bela diri yang bisa dikategorikan combat sport adalah Muay Thai, Kickboxing, MMA, Brazilian Jiu-Jitsu, Sanda & Boxing, serta gulat (wrestling).
"Jadi nantinya para pelajar ini akan mengikuti kompetisi, terutama bagi mereka yang pernah atau terlibat dalam aksi tawuran dengan memberi wadah menyalurkan pada bidang olahraga yang ke depan bisa bermanfaat bagi masa depan mereka," ujarnya.
Sebab, lanjut Bob, aksi tawuran tidak saja merugikan diri sendiri tapi juga orang lain, terlebih jika menimbulkan korban.
"Harapan ke depan, angka tawuran hilang dengan olahraga. Kami juga akan menyampaikan pembinaan-pembinaan bahwa aktivitas positif melalui olahraga ini penting untuk masa depan dibandingkan dengan melakukan aksi tawuran yang akan merugikan banyak pihak, termasuk para pelaku," ujarnya.
Sejauh ini, lanjut Bob, CAS memiliki kegiatan berbagi berkah di Jumat Berkah dengan makan gratis untuk pelajar dan masyarakat, pengajian ceramah agama, olahraga, dan aksi sosial.
Ia berharap aksi ini bisa terus menebarkan kebaikan terutama untuk mencegah dan menghilangkan aksi tawuran.