Advertorial

Dari Lereng Gunung ke Panggung Nasional, PNM Harumkan Inacraft 2025 dengan Wangi Kopi Sembalun.

Kompas.com - 09/10/2025, 13:02 WIB

KOMPAS.com - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memfasilitasi nasabah agar memperoleh pengalaman inspiratif dan akses pasar yang lebih luas.

Hal tersebut diwujudkan dengan mengikutsertakan nasabah dalam ajang pameran kerajinan ekonomi kreatif terbesar di Asia Tenggara, yakni Inacraft 2025. Ajang tahunan yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) tersebut mampu menarik lebih dari 60.000 pengunjung setiap tahun.

Pada ajang tersebut, nasabah PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Siti Rohmah, memamerkan kopi arabika Sembalun.

Kehadirannya menjadi daya tarik dan menjadi pembeda dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Keunikan produknya terletak pada biji kopi yang khas dari Dataran Tinggi Sembalun, Lombok Timur, (NTB). Biji kopi dari kawasan ini dikenal dengan cita rasa khas dan bernilai ekonomi tinggi.

Selain biji kopi Sembalun, PNM juga menghadirkan produk kopi unggulan lain dari beragam daerah, mulai dari Kabanjahe, Probolinggo, Kendari, hingga Denpasar. Produk unggulan tersebut berpadu dengan kue kering khas Jakarta di panggung nasional.

Keikutsertaan Siti Rohmah di Inacraft 2025 menghadirkan kisah inspiratif bagi nasabah PNM. Sejak bergabung menjadi nasabah PNM pada 2021, Siti yang awalnya hanya mengelola toko kelontong kecil sama sekali tidak menyangka usahanya kini dapat tampil di panggung nasional. Bahkan, usahanya mulai dikenal secara internasional berkat dukungan penuh dari PNM.

PNM merangkum perjalanannya sebagai "From Beans to Dreams" karena telah mewujudkan mimpinya untuk memperkenalkan produk kopinya ke pasar yang lebih luas. Bahkan, Siti mendapatkan sapaan dan dukungan langsung dari Selvi Ananda, istri Wakil Presiden RI, saat berkunjung.

“Berkat bantuan PNM, usaha kopi saya kini bisa lebih dikenal luas, tidak hanya di Lombok. Kesempatan ini membuat usahanya menembus pasar nasional, bahkan internasional. Terima kasih banyak PNM,” ujar Siti dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (7/10/2025).

Sekretaris Perusahaan PNM Lalu Dodot Patria Ary menegaskan, partisipasi nasabah dalam Inacraft 2025 mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung UMKM naik kelas. Inisiatif ini bertujuan memberikan akses pasar yang luas demi penciptaan ekonomi kerakyatan berkelanjutan.

PNM telah memberdayakan lebih dari 22,5 juta nasabah melalui Program PNM Mekaar di seluruh Indonesia. Kehadiran Siti di Inacraft merupakan representasi bahwa perempuan tangguh mampu menjadi penggerak roda perekonomian keluarga.

“Mereka juga mengharumkan nama daerahnya di kancah nasional,” ujar Dodot. 

Kisah Siti Rohmah merupakan bukti nyata bahwa mimpi sederhana bisa menjelma kebanggaan nasional ketika diberi ruang untuk bertumbuh.

Dari biji kopi di Dataran Tinggi Sembalun hingga panggung megah Inacraft 2025, PNM terus membuktikan bahwa perempuan tangguh mampu menembus batas daerah dan menghadirkan cerita inspiratif di kancah global.

Melalui tagline “From Beans to Dreams”, PNM optimistis inisiatif tersebut akan melahirkan lebih banyak UMKM naik kelas yang akan membawa nama Indonesia harum di mata dunia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau