KOMPAS.com - Dalam rangka memperingati Hari Kopi Sedunia yang jatuh setiap 1 Oktober, Kopi Kenangan meluncurkan program bertajuk “Sip for Sustainability”.
Program yang jadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) itu merupakan inisiatif berkelanjutan untuk petani kopi arabika dari Kintamani yang memasok biji kopi untuk seri Beans of the Champion.
Melalui program tersebut, Kopi Kenangan menunjukkan komitmennya untuk memperkuat rantai pasok kopi Indonesia dari hulu hingga hilir.
Upaya itu juga menjadi langkah nyata perusahaan dalam mendukung masa depan industri kopi yang lebih berkelanjutan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif tersebut, sebagian hasil penjualan dari Beans of the Champion Series akan dialokasikan untuk mendanai program Sip for Sustainability.
Dengan demikian, setiap cangkir kopi yang dinikmati pelanggan tidak hanya menghadirkan cita rasa terbaik, tetapi juga berkontribusi langsung bagi kesejahteraan petani kopi di Kintamani dan keberlanjutan lingkungan.
Sejak berdiri pada 2017, Kopi Kenangan telah berkembang menjadi salah satu jaringan kopi terbesar di Asia Tenggara dengan ribuan gerai di enam negara.
Mengusung visi menghadirkan kopi berkualitas dengan harga terjangkau, Kopi Kenangan juga berkomitmen untuk membantu industri kopi Indonesia agar tumbuh lebih kompetitif serta memberi manfaat bagi komunitas petani lokal.
Komitmen tersebut sejalan dengan upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia.
Bali menjadi salah satu wilayah penghasil kopi penting, khususnya untuk jenis arabika. Kabupaten Bangli menjadi pemimpin di provinsi tersebut dengan total 2.164 ton produksi kopi arabika. Ini menjadikan Bali sebagai daerah dengan potensi kopi yang terus berkembang.
Melihat potensi itu, Kopi Kenangan menghadirkan Sip for Sustainability sebagai program berkelanjutan yang berfokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas produksi biji kopi arabika di Kintamani.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi dan standar mutu hasil panen agar kopi Bali semakin kompetitif di pasar lokal maupun internasional, sekaligus mendorong kesejahteraan petani.
Inisiatif Sip for Sustainability berfokus pada tiga hal utama, yakni pemberdayaan komunitas petani, peningkatan kapasitas petani, serta penerapan praktik pertanian yang ramah lingkungan.
Program tersebut dijalankan berlandaskan tiga pilar utama Kenangan BAIK, yaitu Kenangan Berdaya, Kenangan Pinter, dan Kenangan Sirkular sebagai panduan dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi petani kopi dan lingkungan sekitar.
Kopi arabika Beans of the Champion dari Kopi Kenangan. Senior Vice President Legal and Corporate Affairs Kenangan Brands Inneke Lestari mengatakan, melalui Sip for Sustainability, pihaknya ingin memastikan setiap tegukan Kopi Kenangan bukan hanya menghadirkan kenikmatan, tetapi juga membawa dampak positif bagi petani, komunitas dan lingkungan.
“Kami percaya, keberlanjutan hanya bisa dicapai jika kita tumbuh bersama, dari hulu hingga hilir. Melalui inisiatif ini, Kopi Kenangan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ekosistem kopi Indonesia dan memastikan bahwa industri kopi tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga berkelanjutan bagi generasi mendatang,” ujar Inneke dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (9/10/2025).
Kenangan Berdaya, mendukung petani dengan fasilitas produksi
Dalam pilar Kenangan Berdaya, Kopi Kenangan memberikan bantuan berupa mesin sutton—alat yang berfungsi untuk memilah biji kopi berdasarkan beratnya—serta mesin pemotong rumput kepada para petani binaan Karana Global.
Karana Global merupakan entitas bisnis yang tidak hanya menjual biji kopi, tetapi juga menaungi petani, pengolah, dan pedagang kopi di Bali.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi proses panen sekaligus menjaga kualitas biji kopi agar sesuai dengan standar internasional.
Kenangan PinTer, dukung 100 petani binaan Kenangan
Dalam pilar Kenangan Pinter, Kopi Kenangan bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Udayana untuk mengadakan pelatihan yang memperkenalkan teknologi ramah lingkungan melalui penggunaan mesin pemotong rumput.
Mesin tersebut merupakan bantuan dari Kopi Kenangan yang dihadirkan sebagai solusi alternatif terhadap penggunaan pestisida kimia.
Program tersebut lahir sebagai respons atas temuan residu kimia yang melebihi ambang batas pada ekspor kopi arabika Kintamani ke Jepang pada akhir 2024.
Melalui kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha, para petani kopi Kintamani diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus mempertahankan daya saing kopi Bali di pasar global.
Program itu tidak hanya menyasar petani kopi aktif, tetapi juga menanamkan visi jangka panjang terhadap regenerasi sektor pertanian kopi.
Bekerja sama dengan Inkubator Bisnis Universitas Udayana, Kopi Kenangan menginisiasi pelatihan selama tiga bulan bagi anak-anak petani kopi. Pelatihan ini bertujuan membekali mereka dengan pengetahuan tentang pertanian berkelanjutan, inovasi agrikultur, serta pengembangan bisnis biji kopi.
Inisiatif tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya mewarisi lahan, tetapi juga mampu mengelola dan mengembangkan usaha kopi secara mandiri dan berkelanjutan. Dengan begitu, ekosistem kopi Bali tetap hidup dan kompetitif di masa depan.
Kenangan Sirkular, gerakan daur ulang
Dalam pilar Kenangan Sirkular, Kopi Kenangan meyakini bahwa keberlanjutan industri kopi tidak hanya bergantung pada petani di hulu, tetapi juga pada pengelolaan limbah di hilir.
Oleh karena itu, Kopi Kenangan mengajak pelanggan untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan melalui berbagai gerakan sederhana yang berdampak besar.
Beberapa di antaranya adalah menggunakan tumbler yang dapat dipakai kembali, mendaur ulang gelas plastik, membawa tas belanja spunbond, serta memanfaatkan produk hasil daur ulang, termasuk merchandise yang dibuat dari bahan plastik daur ulang.
Seluruh produk tersebut tersedia di gerai tertentu, terutama di gerai ramah lingkungan Kopi Kenangan yang juga menyediakan pupuk kompos hasil olahan ampas kopi bagi pelanggan yang berminat.
Melalui langkah tersebut, Kopi Kenangan berupaya mewujudkan ekosistem kopi yang berkelanjutan, dari kebun hingga ke tangan konsumen.