Advertorial

IHATEC Soroti Wardah dan Kahf sebagai Pelopor Authentic Halal Brand

Kompas.com - 11/10/2025, 11:58 WIB

KOMPAS.com - Indonesia Halal Training and Education Center (IHATEC) menegaskan pentingnya penerapan konsep authentic halal brand (AHB) sebagai strategi bisnis berkelanjutan bagi perusahaan yang ingin tumbuh di era konsumen sadar nilai.

Hal itu menjadi sorotan utama dalam seminar Top Halal Awards 2025 yang menghadirkan Founder Inspark Indonesia sekaligus penggagas konsep AHB Dr Wahyu T Setyobudi.

Wahyu mengatakan, AHB bukan sekadar label atau sertifikasi, melainkan bentuk komitmen perusahaan untuk menjadikan nilai-nilai Islam sebagai poros etika dan strategi bisnis.

Menurutnya, dua merek dari ParagonCorp, Wardah dan Kahf, menjadi contoh nyata bagaimana prinsip halal dapat diimplementasikan secara menyeluruh dan konsisten.

“Wardah dan Kahf adalah pionir AHB di Indonesia. Mereka tidak berhenti pada kepatuhan administratif, tetapi menghidupkan nilai kejujuran, kebaikan, dan keberlanjutan dalam setiap lini bisnis. Inilah makna halal yang sesungguhnya, bukan hanya halal certified, melainkan halal lived,” ujar Dr Wahyu dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (10/10/2025).

Komitmen ParagonCorp terhadap halal juga menjadi sorotan dalam edisi terbaru majalah Halal Review. Majalah tersebut dibagikan secara khusus pada ajang Top Halal Awards 2025.

Dalam edisi ini, Wardah tampil sebagai merek pembuka dengan artikel berjudul Membangun Authentic Halal Brand yang mengulas perjalanan Wardah dari sekadar brand kosmetik halal menjadi simbol keberhasilan industri kecantikan Indonesia.

Wardah dan Kahf meraih apresiasi Top Halal Award 2025 atas konsistensinya menghidupkan nilai halal dalam setiap lini bisnis. Dok. ParagonCorp Wardah dan Kahf meraih apresiasi Top Halal Award 2025 atas konsistensinya menghidupkan nilai halal dalam setiap lini bisnis.

Deputy CEO ParagonCorp Dr Sari Chairunnisa, SpKK, FINSDV, mengatakan, makna halal tidak berhenti pada sertifikat.

“Halal berarti toyyib, membawa kebaikan, kesehatan, dan keberlanjutan. Di Paragon, kami memandang halal sebagai gaya hidup yang menumbuhkan kebaikan bagi manusia dan lingkungan,” kata Dr Sari.

Melalui IHATEC, diharapkan semakin banyak pelaku industri memahami bahwa halal bukan sekadar standar kepatuhan, tetapi strategi diferensiasi dan sumber keunggulan kompetitif yang berakar pada integritas.

“Konsep AHB membantu perusahaan melihat halal secara lebih utuh, sebagai nilai yang menumbuhkan kepercayaan, loyalitas, dan keberlanjutan,” tambah Dr Wahyu.

Dengan kolaborasi antara lembaga pendidikan halal seperti IHATEC dan pelaku industri seperti ParagonCorp, ekosistem halal Indonesia dapat tumbuh semakin kuat, otentik, dan berdaya saing global.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau