KOMPAS.com — Pencari kerja kini dapat melamar pekerjaan melalui aplikasi ketenagakerjaan “Nyari Gawe”.
Hingga saat ini, sebanyak 64 perusahaan telah terdaftar dalam aplikasi besutan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat Adi Komar menjelaskan, aplikasi “Nyari Gawe” memungkinkan perusahaan memasang dan mengelola lowongan kerja, melakukan wawancara daring, hingga menyeleksi kandidat sesuai kualifikasi dengan dukungan kecerdasan buatan (AI).
Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Ketenagakerjaan bertema “Membangun Konektivitas Lowongan Pekerjaan dengan Aplikasi Nyari Gawe” di Gedung Sigrong Bale Sri Baduga, Kabupaten Purwakarta, Selasa (14/10/2025).
Adi menuturkan, pihaknya terus mengembangkan fitur aplikasi sesuai masukan dari perusahaan dan pengguna.
“Tujuannya, agar ekosistem ketenagakerjaan di Jabar semakin terhubung dan efisien,” jelasnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (16/10/2025).
Pada kesempatan sama, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuturkan, Pemprov Jabar menjembatani pencari kerja dan perusahaan secara lebih cepat, terbuka, dan transparan melalui aplikasi “Nyari Gawe”.
Pria yang akrab disapa KDM itu menekankan pentingnya transparansi dan keterbukaan informasi dalam perekrutan tenaga kerja.
Aplikasi “Nyari Gawe” dihadirkan sebagai wadah digital agar semua lowongan dapat diakses langsung oleh masyarakat pencari kerja.
“Jangan sampai aplikasi ‘Nyari Gawe’ hanya ramai pelamar tapi lowongannya tidak ada. Kita ingin sistem yang benar-benar nyata menghubungkan perusahaan dengan pencari kerja,” tegasnya.
KDM juga menyebut, perusahaan yang enggan membuka informasi lowongan kerja secara publik akan diumumkan secara terbuka oleh pihaknya.
Langkah tersebut diambil untuk mendorong perusahaan berperan aktif dalam menyejahterakan masyarakat Jabar.
Selain melalui digitalisasi informasi ketenagakerjaan, Pemprov Jabar juga menyiapkan strategi peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Orang nomor satu di Jabar itu menegaskan, pemerintah daerah membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak termasuk TNI dalam pelatihan atau capacity building—pengembangan kapasitas bagi calon tenaga kerja—agar siap kerja sekaligus berkarakter kuat.
“Kami ingin tenaga kerja yang lahir dari Jawa Barat bukan hanya siap bekerja, tapi juga punya karakter kuat dan disiplin tinggi,” kata dia.
Dengan kolaborasi lintas sektoral dan pemanfaatan teknologi digital dalam aplikasi “Nyari Gawe”, Pemprov Jabar berupaya menurunkan angka pengangguran sekaligus memperkuat ekosistem tenaga kerja yang adaptif, transparan, dan berkeadilan.
Aplikasi “Nyari Gawe” diharapkan menjadi wujud transformasi digital Pemprov Jabar dalam bidang ketenagakerjaan untuk membuka peluang, mempertemukan harapan, dan membangun masa depan kerja yang inklusif bagi seluruh warga Jabar.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, memaparkan bahwa angka pengangguran di Jabar pada Februari 2025 mencapai 1,81 juta orang atau 6,74 persen.
Meski menurun 0,17 persen dibanding tahun sebelumnya, tantangan yang dihadapi masih besar, terutama karena pengangguran didominasi lulusan SMK.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar menargetkan penurunan tingkat pengangguran hingga satu persen pada tahun ini. Karena itu, pelatihan, pemagangan, dan pemanfaatan aplikasi “Nyari Gawe” menjadi kunci.