Advertorial

Kemenbud RI Tetapkan Museum UPH sebagai Bagian dari Museum Nasional Indonesia

Kompas.com - 17/10/2025, 11:42 WIB

KOMPAS.com - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menetapkan Museum Universitas Pelita Harapan (MUPH) sebagai bagian dari Museum Nasional Indonesia dengan nomor registrasi terdaftar 36.71.K.06.0026.

Penetapan tersebut menjadi bukti komitmen Universitas Pelita Harapan (UPH) sebagai bagian dari Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan.

Tak sekadar pengakuan, capaian itu juga menandai tonggak penting yang mempertegas misi YPPH untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga pada pelestarian dan pemaknaan nilai-nilai budaya bangsa.

Pendiri YPPH dan UPH, Dr (HC) James T Riady, mengatakan, pengakuan MUPH sebagai bagian dari Museum Nasional Indonesia merupakan momen yang sangat bermakna.

“Museum UPH bukan sekadar tempat menyimpan karya seni atau artefak, melainkan wujud nyata dari iman, intelektualitas, dan kreativitas,” ujar James dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (17/10/2025).

James menambahkan, MUPH turut menjadi perpanjangan misi untuk membawa kebenaran, keindahan, serta kebaikan bagi dunia pendidikan dan masyarakat.

“Di tengah dunia yang bergerak cepat menuju era digital dan serba-artifisial, kita perlu tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan yang berakar pada sejarah, keindahan, dan iman. Museum ini menjadi jangkar yang menghubungkan lintas generasi melalui pembelajaran dan inspirasi,” kata James.

Sejumlah pengunjung mengamati karya seni koleksi Museum UPH yang menggambarkan kekayaan budaya dan ekspresi kreatif seniman Indonesia. Dok. UPH Sejumlah pengunjung mengamati karya seni koleksi Museum UPH yang menggambarkan kekayaan budaya dan ekspresi kreatif seniman Indonesia.

Menyatukan iman, pembelajaran, dan budaya

MUPH sendiri merupakan museum berbasis universitas yang didirikan untuk mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pelibatan budaya melalui pameran terkurasi, kolaborasi akademik, serta berbagai program komunitas.

MUPH menyimpan koleksi penting yang mencakup karya seni rupa, benda warisan budaya, manuskrip, dan arsip akademik yang mencerminkan integrasi antara iman, pembelajaran, dan budaya, inti dari filosofi UPH.

Berlokasi di Gedung Paddock, Kampus UPH Lippo Village Karawaci, Tangerang, Banten, MUPH hadir sebagai tempat ilmu pengetahuan, kreativitas, dan nilai-nilai Kristiani saling terhubung.

Sejak awal berdiri, MUPH telah mengurasi beragam koleksi yang tidak hanya menampilkan kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga menggambarkan kontribusi global dalam bidang seni, sains, dan pendidikan berbasis iman.

Direktur Eksekutif dan sekaligus Kurator Museum UPH Amir Sidharta menjelaskan, museum tersebut dirancang sebagai ruang yang mengintegrasikan riset, pendidikan, dan imajinasi.

Museum UPH hadir sebagai ruang pembelajaran berpadu dengan imajinasi serta riset, edukasi, dan pameran saling melengkapi.

“Kami sangat bersyukur atas pengakuan nasional ini yang menegaskan komitmen kami terhadap keunggulan dalam kurasi, konservasi, dan pendidikan budaya,” ujar Amir.

Mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) mengikuti sesi tur edukatif di Museum UPH, Karawaci, Tangerang. Museum ini menjadi ruang pembelajaran dan apresiasi seni bagi sivitas akademika. Dok. UPH Mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) mengikuti sesi tur edukatif di Museum UPH, Karawaci, Tangerang. Museum ini menjadi ruang pembelajaran dan apresiasi seni bagi sivitas akademika.

Sebagai museum universitas, pihaknya tidak hanya berfokus menjaga benda-benda koleksi, tetapi juga sebagai penyampai kisah tentang gagasan, nilai, dan identitas.

“Ke depan, kami akan terus menghadirkan program yang melibatkan publik dan kalangan akademik melalui pameran, publikasi, serta riset lintas disiplin,” sambungnya.

Kolaborasi dan inovasi untuk generasi mendatang

Pada kesempatan sama, Direktur MUPH Yovica Alethia mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh komunitas UPH.

Adapun setiap karya yang ada di MUPH mencerminkan kisah tentang iman, kreativitas, dan dedikasi dari mahasiswa, dosen, serta mitra yang telah memberikan dukungan.

“Kami berkomitmen untuk senantiasa berinovasi melalui berbagai pengalaman interaktif dan digital, termasuk dengan memanfaatkan teknologi berbasis artificial intelligence (AI), sehingga koleksi museum dapat lebih mudah diakses dan dinikmati oleh generasi mendatang,” ujar Yovica.

Dengan pengakuan resmi sebagai bagian dari Museum Nasional Indonesia, MUPH tidak hanya menegaskan perannya sebagai pusat pelestarian seni dan budaya, tetapi juga sebagai wadah pembelajaran yang menginspirasi.

Melalui berbagai kolaborasi dan inovasi, MUPH berkomitmen menghadirkan warisan budaya Indonesia kepada setiap generasi dengan cara yang relevan, bermakna, dan penuh makna edukatif.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau