Advertorial

Mudahkan Pencari Kerja, Aplikasi “Nyari Gawe” Pemprov Jabar Dilirik Sejumlah Provinsi

Kompas.com - 20/10/2025, 16:28 WIB

KOMPAS.comAplikasi pencari kerja “Nyari Gawe” yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) mendapat perhatian luas dari berbagai daerah di Indonesia.

Sejumlah provinsi, seperti Jawa Tengah, DKI Jakarta, Kalimantan, dan Sumatera, tertarik untuk mengadopsi aplikasi tersebut sebagai sarana untuk memudahkan masyarakat dalam mencari pekerjaan.

Hal itu disampaikan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat menghadiri Peringatan Hari Jadi Ke-24 Kota Tasikmalaya, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya, Jumat (17/10/2025).

“Awalnya, aplikasi tersebut hanya untuk internal Jawa Barat. Akan tetapi, banyak provinsi lain, seperti Jawa Tengah, DKI Jakarta, Kalimantan, daan Sumatera yang meminta akses,” ujar Dedi dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (20/10/2025).

Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM menuturkan bahwa ke depan, pengembangan aplikasi tersebut akan dilengkapi fitur berbahasa Inggris agar perusahaan asing juga dapat mencari tenaga kerja lokal secara langsung.

“Kalau sudah begitu, kan beres,” tambahnya.

Menurut KDM, kehadiran Nyari Gawe dapat menjadi solusi konkret atas kesulitan masyarakat dalam mencari pekerjaan. Ia menilai, cara konvensional melamar kerja dengan membawa berkas fisik sudah tidak relevan di era digital.

“Tidak perlu lagi melamar kerja bawa-bawa map sambil mendengarkan lagu ‘Sarjana Muda’ Iwan Fals, kan sedih. Sekarang, di Jawa Barat pakai sistem aplikasi. Kalau sudah diterima kerja, baru urus persyaratan, seperti Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan kesehatan,” tegasnya.

Kebijakan itu, lanjutnya, diambil agar pencari kerja tidak terbebani biaya administrasi sebelum diterima bekerja.

“Jangan bikin persyaratan dulu. Kasihan, sudah tahu tidak punya uang,” ujarnya.

KDM menegaskan, tugas pemerintah adalah memastikan rakyat memperoleh kemudahan dalam setiap urusan.

“Kami dipilih oleh rakyat menjadi pemimpin. Tugas kami adalah membahagiakan dan melancarkan (kebutuhan masyarakat),” tuturnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau