KOMPAS.com – Setelah lama berhenti beroperasi, Hotel Bumi Minang di Jalan Bundo Kanduang, Padang, Sumatera Barat, akhirnya kembali berdenyut. Hotel legendaris yang pernah menjadi kebanggaan warga Kota Padang itu kini dimiliki dan akan dikelola oleh OSO Group di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP Gebu Minang Oesman Sapta.
Kebangkitan hotel ini ditandai dengan peletakan batu pertama renovasi besar-besaran yang dipimpin Wali Kota Padang Fadly Amran pada Senin (20/10/2025).
Fadly menyampaikan apresiasi kepada Oesman Sapta yang berinvestasi di kampung halamannya. Ia berharap, langkah OSO Group menjadi inspirasi bagi perantau Minang lain untuk turut membangun daerah.
“Renovasi Hotel Bumi Minang sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Padang yang ramah investasi. Kami berharap, hotel ini kembali menjadi motor penggerak pariwisata, membuka lapangan kerja, dan menggairahkan UMKM lokal,” kata Fadly.
Oesman Sapta menuturkan, ketertarikannya terhadap hotel ini karena lokasinya yang strategis di jantung Kota Padang, yakni dekat dengan berbagai destinasi wisata unggulan.
“Kami ingin menjadikan Hotel Bumi Minang sebagai hotel bertaraf internasional yang tetap mempertahankan nilai budaya Minangkabau. Desainnya akan mengusung konsep semi-modern dengan sentuhan tradisional,” ujarnya.
Renovasi akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tampilan eksterior dan interior hingga fasilitas penunjang, seperti ballroom berstandar internasional serta kamar penginapan yang lebih nyaman.
“Insyaallah, proyek ini kami targetkan selesai dalam satu hingga dua tahun,” kata Oesman.
Hotel Bumi Minang merupakan salah satu hotel bintang empat bersejarah di Padang yang berdiri sejak 1991. Pascagempa besar pada 30 September 2009, bangunan hotel mengalami kerusakan signifikan dan sempat berganti-ganti pengelola hingga akhirnya berhenti beroperasi dalam beberapa tahun terakhir.